-->

Jumaat, Ogos 08, 2008

Racun untuk mertua


Dahulu kala di negeri Cina,adalah seorang gadis bernama Li-Li. Ia baru menikah dan tinggal di wisma mertua indah.Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya.Karakter mereka sangat jauh berbeda.Dan Li-Li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.

Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan.Li-Li dan ibu mertuanya tak pernah berhenti berdebat dan bertengkar. Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya. Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li,
seorang yang berjiwa sederhana.

Akhirnya,Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya.Dan ia benar-benar telah bertekad untuk melakukan sesuatu. Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan pada ibu mertuanya.

Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li, saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yang bapak katakan, yang harus saya perbuat."
Sinshe Wang masuk ke dalam, dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan. Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa memakai racun keras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibu mertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.Sinshe Wang melanjutkan, “Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."

Li-Li sangat senang. a berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mertuanya.Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak,yang sudah "dibumbuinya".

Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang hal mencegah kecurigaan. Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya,mentaati perintah ibu mertuanya,dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri.

Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis.Li-Li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau kesal.Ia tidak pernah berdebat lagi dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebih ramah kepadanya. Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulai mencintai Li-Li seperti puterinya sendiri.Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh.

Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi. Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi.Ia berkata, "Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!”

“Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik, sehingga saya sangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan kepadanya." Sinshe Wang tersenyum.Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.”

“Satu-satunya racun yang ada, adalah yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmu terhadapnya, …tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya ..." Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda? Ada pepatah Cina kuno berkata: "Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."

Sabtu, Ogos 02, 2008

My Puzzle




I am A Crossword Puzzle



You are well read, and you have a good head for remembering facts.

You are a wordsmith. You have a way with words, and you're very literate.

You are a mysterious person who enjoys dropping little clues every now and then.

Pernahkah?

Pernahkan anda mengalami situasi di mana suatu ketika anda terasa begitu sunyi dan memerlukan seseorang untuk berbicara tetapi tiada siapa yang dapat anda hubungi atau orang yang anda hubungi hanya menyepikan diri?

Pernahkah anda terasa yang diri anda hanyalah sekadar sandaran tempat teman-teman, handai taulan melepaskan sepi dan bosan, mengadu duka dan susah, meluah keliru dan resah dan akan dihubungi hanya apabila diperlukan? Saya telah melalui situasi ini berulangkali...dan ada kalanya merasakan betapa teganya mereka memperlakukan saya demikian rupa. Saya cuba menjadi pendengar yang setia. Cuba menjadi pengimbang yang neutral, bercakap tentang realiti bkn mimpi.

Kdg2 saya rasa mcm ntah apa2 je diaorg buat kat saya ni. Waktu ada masaalah, hari2 menjengah di muka pintu. Ketika perasaannya gundah, siang malam smsnya berlumba-lumba masuk ke inbox saya. Saya tanpa jemu akan mendengar segala cerita, membaca segala luahan diorang,akan menjawb dengan pujukan, dgn nasihat yg entah diterima entahkan tidak. Tapi biasanya kalau jawapan dan nasihat manis yang saya berikan, mereka akan rancak membalas. Sebaliknya jika jawapan dan nasihat pahit yang saya hulurkan, mereka hanya akan membalas dgn 'ermmm', 'ntahlah' dan ada masanya terus hilang berminggu-minggu malah berbulan2 tanpa dikesan.

Apa sebenanrnya yang mereka mahu daripada saya agaknya? Mereka mahu saya becakap ttg sst yg mereka suka dengar? Kata2 indah yg mampu membuat mereka tersenyum dan menggantung harapan meskipun dusta? Maaflah! Dalam mimpi saja ya! Saya bukan jenis manusia yg begitu!

Mengadulah apa saja dengan saya, saya dengar. Luahkanlah apa saja pada saya, saya sanggup luangkan masa. Berceritalah apa saja dengan saya, saya boleh berkongsi tangis dan tawa bersama.

Kadang2 saya tersenyum sendiri. Walaupun ada masanya saya amat merindui ssorg yg karib dalam hidup saya, saya takkan menggangu mereka kerana saya tahu mereka sedang bahagia. Tetapi setelah berbulan2. jika saya menerima sms daripadanya; sebelum membaca sms tersebut saya sudah boleh enduga...OooOooOoo...mesti ada sesuatu yang tak kena!

Begitulah realiti yang telah sering saya lalui. Tapi saya sedar...kita harus memperjuangkan kehidupan kita sendiri, tanpa mengharapkan sesiapa menemani...kerana akhirnya nanti, kita akan tetap bersendirian di kamar sepi...kotak persegi yg gelap tanpa teman di sisi...

Nota: Ada teman-teman yang bertanya...kenapa kau tak pernah luahkan perasaan kau pada kami? Aku tak pernah mendengar kau merungut atau mengadu apa-apa! Jawapan saya, "Saya ada medium saya sendiri untuk meluahkannya." :)

Sabtu, Julai 19, 2008

Usia...


Duduk berlunjur di tangga...pandangan lurus ke pintu pagar yg tertutup rapat. Pokok rambutan gading yg ditanam oleh arwah bapa sedang menguning, tapi buahnya tak selebat tahun lalu. Pokok rambutan 'kecet' di sebelah kananku masih belum berbunga. Rambutan lonjong yg merah dan lekang dan selalunya tak berbiji ini selalu menjadi rebutan kami adik beradik ketika kecil dahulu. Pantang mencelah, pantang merah sikit bulunya,pasti akan hilang buahnya. Pat pat nya... sapa cepat dia punya :)

Tangga batu merah tempat aku berlujur ini terlalu banyak kenangannya. Di sinilah kali terakhir aku dibelasah oleh bapaku dengan sarung benet. Puncanya? Tak silap aku, sebelum itu aku bergaduh dengan abangku B. Aku dgn abang B memang macam anjing dan kucing sejak kecil. Dia memang macam anti sangat dgn aku. Apa yang aku buat semua tak kena. Semua salah belaka. Kadang-kadang aku rasa dia tak suka aku menjadi adiknya. Maklumlah... kecik-kecik dulu aku ni hodoh, hitam, buruk. Tak macam adik beradikku yang lain. Kakakku putih melepak, menjadi rebutan dan di gelar Ratu Kampung. Manakala abang-abang aku pula semuanya kacak-kacak dan cerah belaka. Malah keluarga kami digelar 'keluarga cantik'. Arwah mak cantik, arwah bapa walau hitam manis tapi hensem ;). Aku sorang je yang buruk :( Btol!

Aku masih ingat waktu kecil dulu aku selalu tersinggung dengan gurauan abang-abangku yang ketika itu hampir aku mempercayai segala sendaan mereka. "Kau tu sebenarnya anak keling. Mak ngan apak jumpa kau lam keta lembu. Mak ngan apak kesian tengok kau bergelumuih ngan taik lembu tu, tu sebab mak ngan apak bawak kau balik, bela macam anak sendiri."

Pernah beberapa kali aku tanyakan pada arwah mak, "Mak, betul ke adik ni bukan anak mak ngan apak, betul ke adik ni anak keling?'" Maka mak akan mejawab dengan tegas, "Kau dengar sangatlah cakap diorg tu. Mak yang beranakkan kau. Mak sendiri yang keluarkan kau dari *tuttt* mak ni. Buat tak tau je apa diorang cakap. Makin marah kang makin dibuatnya, diam je. Penat mulut diorg bercakap kang, kita cakap pasal *tuttt* diorag pula!" Hahahaha.

Namun kenyataannya, aku hanya akan terpujuk seketika sahaja. Apabila mereka mengejek-ejek aku semula, aku akan kembali mempercayai aku ni anak pungut. Sebab aku buruk, aku gelap...aku gemuk, aku huduh,aku itu, aku ini! Huhuhuhu.

Masa aku kekecik aku takde tempat nak mengadu. Masa aku darjah 1, akak aku kawin. Tapi sebelum tu aku memang x berapa rapat dgn akak. X tau kenapa. Mungkin sebab aku huduh kot, akak x suka dengan aku? Tapi yang nyata, akak lebih rapat dengan abang J,abangku yang no 5, yg tua 2 tahun dariku.

Aku kekecik dulu kan suka nyanyi. Ehehehe. Ada jugak la cita-cita nak jadi penyanyi.Tapi memandangkan wajah dan fizikal aku ni tidak memungkinkan aku menjadi penyanyi, apatah lagi nyanyianku juga sumbang mambang, banyak pitching lari...lalu aku beralih cita-cita ingin menjadi pemuzik. Ingin menjadi pemain biola pertama wanita yang bermain dengan orkestra RTM. Malah bercita-cita besar nak jadi konduktor muzik wanita pertama di Malaysia. Cehwah!

Tapi waktu tu di corok kampung ni manalah ada guru muzik. Di pekan pun manalah ada kelas muzik. Kalau ada, mahal biayanya. Manalah bapaku bekas polis pencen yang pencennya hanya RM60 sebulan waktu itu mampu. Sedangkan 9 mulut harus disuap tiap hari. Nasib baiklah waktu itu kami bersawah. Hasil padi memang mencukupi malah berlebihan untuk menampung perut kami sampai musim seterusnya.

Belanja sekolah kami dapat hasil torehan getah mak ngan apak. Lauk tak payah beli sangat. Sekali menimba lubuk di sawah boleh buat makan 2 3 hari. Selain daripada itu, kami ada membela ayam itik. Kalau xde lauk, sembelihlah ayam ke itik ke. Kami juga ada membela itik angsa. Aku tak suka betul angsa-angsa tu sebab suka sangat mengejar aku! Pernah sekali aku hampir memulas lehernya kerana geram. Tapi...aku suka makan telur angsa yang arwah mak asinkan. Paling best sebab bahagian kuning telur tu besar, puas makan. Hehehe.

Kami memang bukan orang senang. Jauh sekali daripada makan atau berpakaian cantik atau mewah. Tapi kami cukup makan...dan kami bahagia. Waktu kecil, makan kami bercatu. Maksudnya, kami boleh makan nasi sebanyak mana pun yang kami suka...tapi lauknya memang cukup-cukup seketul sorang untuk makan tengahari dan malam. Kami sembilan beranak, jadi mak akan membeli ikan sebanyak 9 ekor ikan daripada "Cina Gemuk" yang hari-hari datang menjaja ikan di kampung. Sembilan ekor ikan kembung dipotong dua, ada 18 ketul. cukup seketul sorang utk makan tengahari dan malam. Selalunya, mak akan menyimpan ikan untuk makan malam tu di bawah belanga. Sebab kadang-kadang ada yang suka makan banyak kali. Tentu nanti tak cukup untuk makan malam kan? Sebab tu mak selalu asingkan gulai atau lauk untuk makan siang dan makan malam.

Waktu kecil kami susah. Kami 7 beradik cuma tinggal di rumah kecil tanpa bilik. Arwah mak pernah bercerita, ketika dia membasuh pakaian di perigi di depan rumah kami, dia mendengar jiran yang sedang melalui denai di hadapan perigi itu berkata, "Orang ni rumah macam reban ayam." Mak diam aja, memang betul pun kita orang susah, mak kata.Tapi peliknya, aku tak pernah merasakan rumah itu sempit. Mungkin sebab kami hanya berkumpul di dalam rumah ketika makan dan ketika malam sahaja. Selebih waktu banyak kami habiskan di luar rumah, di halaman yang luas. Tanah pusaka arwah mak tu memang luas cuma rumah kami saja yang kecik ehehe.

Aku masih ingat sayur-sayuran rasmi kami waktu itu. Pucuk ubi, pucuk paku, pucuk cemperai, kacang botol, terung, peria, kacang panjang, timun,petola yang hampir semuanya di tanam sendiri oleh arwah mak. Selain daripada itu ada rumput cadar. Rumput cadar ni adalah rumput yang tumbuh di sawah ketika musim merumput (membuang rumput sewaktu pokok padi sedang membesar). rumput cadar tu kalau gulai dengan ikan sawah, perghhh! Sampai menjilat jari. Air tangan mak tak pernah mengecewakan kami. Pendek kata, makan memang tak menjadi soal besar bagi kami. Makan memang cukup dan kami pun sihat walafiat belaka :)Lagipun antara waktu makan tu arwah mak rajin buat kuih utk kami. Arwah mak buat kuih apam, kdg lepat pisang, kdg bingka ubi, kdg bubur kacang, pengat pisang, etc. Memang kami tak pernah kelaparan antara waktu makan tu ketika arwah mak dan apak tinggalkan kami untuk ke sawah.

Setelah arwah bapa pencen, bapa binakan sebuah rumah limas yang disambung daripada rumah lama. Jadi besar jugalah jadinya rumah kami.

Bersambung...

Nota: Letih tau nak ingat semula semua peristiwa lalu ;)

Rabu, Julai 16, 2008

Terima kasih Ya Rahman...


Terima kasih Ya Allah... Ketika pintu di sekelilingku tertutup dan aku hampir tak mampu bernafas...ketika aku tehimpit oleh dinding-dinding sempit di empat penjuru...tiba-tiba ENGKAU membukakan tingkap untukku...melepaskan aku untuk kembali menghirup nyaman udaraMu...mengembalikan aku dalam ketenangan untuk kembali berterima kasih atas doa-doaku yang sudi Engkau dengari...bukan sekali Ya Tuhan...sudah berkali-kali...Engkau tak pernah menolak untuk menunjukkan aku jalan bagi setiap kebuntuan. Sedangkan aku? Aku tetap jua hambaMu yg kadang ingat kadang lupa...kadang akrab terkadang alpa...Namun begitu... bagiku Engkaulah satu-satunya tempat aku bergantung harap pada segala hasrat, pada setiap munajat...pada segenap kepercayaan...Engkaulah satu-satunya...Yang Esa...Yang Satu! Aku tahu bahawa aku tidak akan pernah layak menempatkan diri menjadi kekasihMu...tetapi Ya Allah...izinkanlah aku menjadi hambaMu...menjadi abdiMu...yang Engkau lindung, yang Engkau kasihi dan Engkau selamatkan. Izinkanlah aku Ya Allah...izinkanlah...

Jumaat, Julai 04, 2008

KELEBIHAN BULAN REJAB

Bulan Rejab muncul lagi. Sebagaimana yang kita ketahui, Bulan Rejab adalah bulan Allah swt. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Ketahuilah bahawa bulan Rejab itu adalah bulan ALLAH swt."

Makanya:

1. Barang siapa yang berpuasa 1 hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keredhaan yang besar dari ALLAH swt

2. Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rejab 1429h/Isra Mi'raj (Rabu, 30 Julai 2008) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa

3. Barang siapa yang berpuasa 2 hari di bulan Rejab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH swt

4. Barang siapa yang berpuasa 3 hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rejab (4, 5, 6 Julai 2008) maka ALLAH swt akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan seksa akhirat

5. Barang siapa berpuasa 5 hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dimakbulkan Allah swt..InsyaAllah

6. Barang siapa berpuasa 7 hari dalam bulan ini, maka ditutupkan 7 pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan 8 pintu syurga

7. Barang siapa berpuasa 15 hari dalam bulan ini, maka ALLAH swt akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH swt akan menambahkan pahalanya."

Sabda Rasulullah saw lagi :"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril as "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?"

Maka berkata Jibrilb as "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rejab ini."

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah saw ke sebuah kubur, lalu Rasulullah saw berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH swt. Lalu saya bertanya kepada beliau "Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda "Wahai Tsauban, mereka itu sedang diseksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada ALLAH swt, lalu ALLAH swt meringankan atas mereka."

Sabda beliau lagi "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mahu berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rejab nescaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur." Tsauban bertanya "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rejab sudah dapat mengelakkan dari seksa kubur?"

Sabda beliau "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rejab dengan niat karena ALLAH swt, kecuali ALLAH swt mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun."

Nota: Marilah kita sama-sama menafaatkan kelebihan bulan Rejab ini disamping memohon keredhanNya dunia dan akhirat.

Khamis, Julai 03, 2008

Kata-kata


Apa gunanya lagi aku berkata-kata

jika ia tidak lagi mempunyai makna

Apa gunanya lagi bertanya

jika setiap jawapan kau anggap hanya prasangka

Apa guna meminta nasihat

jika setiap ayat bagimu berbaur muslihat


Sedangkan aku mahu kau melihat, bkn sekadar memandang

Aku ingin kau terjaga, buka sekadar membuka mata

Aku mahu kau membuka minda, bukan menutupnya atas nama cinta


Kita bukan lagi gadis dulu-dulu

setiap siksa perlu pegun harus tunduk membisu

setiap dusta diam saja pamirkan setia


Cukuplah!

Bukan waktunya memperhambakan diri untuk kecurangan yang bermaharajalela!

Nota: Bercintalah seadanya... usah buta kerana cinta!

Rabu, Jun 25, 2008

Rahsia di dalam Ais


Aku tak tau nak tulis apa dalam entry kali ni. Ermm... sebenarnya banyak bahan cuma rasanya x larat nak fikir untuk mencanaikan idea2 tu menjadi cerita. Jadinya, aku copy paste ajalah salah satu daripada emel yg di forwardkan pada aku ni :)


Rahsia ais yg kurang diketahui...

Zat di dalam ais tidak akan mampu dihasilkan oleh mana-mana saintis mahupun manusia. Air sejuk yang hening dapat menolong pesakit insomnia yang sukar tiduragar dapat kembali tidur seperti biasa.

Orang yang tidur dalam udara yang sejuk dan berselimut untuk memanaskan tubuhnya adalah kombinasi yang baik untuk menjaga kesihatansecara menyeluruh dalam jangka masa pendek apatah lagi jangka panjang.

Udara panas lebih memudahkan penyebaran penyakit berjangkit kerana bacteria lebih agresif dan cepat membiak dalam cuaca begini.

Liputan ais di Antartika (daerah Kutub Selatan) dan Artik (daerahKutub Utara) adalah pengimbang dasar bumi yang amat panas.

Kombinasi dalam bumi yang panas dan luaran bumi yang sejuk adalah rahsia keseimbangan tekanan semulajadi alam yang mengawal graviti danpergerakan bumi pada paksinya.

Ais atau air sejuk dapat mengembalikan memori atau sifat pelupayang keterlaluan.

Benarkan anak anda mengunyah ais kerana ini akan menguatkan giginya dan benarkan anak anda memakan aiskrim secara perlahan-lahan dan berterusan sehingga batuknya hilang dalam masa beberapa jam kerana mengambil ubat batuk biasanya akan mengambil masa satu minggu untuk melegakan batuk secara total.

Membiasakan diri mengunyah ais akan meningkatkan kecerdasan fikiran dankepantasan pergerakan.

Ais amat diperlukan oleh mana-mana atlit sukan dalam kecederaan yang tidak disangka-sangkakan.

Air sejuk atau ais kini dijadikan bahan perencat kepada kecederaan yang akut seperti demam panas yang biasanya dihidapi oleh bayi yang mempunyai potensi menghidapi penyakit sawan.

Air sejuk adalah terapi yang amat popular sebagai penguat tulang yangtelah patah dengan syarat ia dibalut dengan kain hitam.

Air sejuk dalam rahsia cuka adalah sangat baik untuk menguatkan tulang yangpatah kerana ia dapat menyembuhkan tulang dengan lebih cepat.

Air suam dengan rahsia cuka yang diminum akan melemahkan dan mengecutkan sistem aliran darah yang menjadi penyebab utama terjadinya lumpuh.

Adalah makruh mengambil air sembahyang (wuduk) pada suhu yang tinggi atau yang telah terkena panas cahaya matahari yang pastinya akanmengganggu sistem deria pada kulit.

Air sejuk secara psikologinya amat ditakuti oleh pesakit yang mengalami gangguan jin atau dikuasai oleh unsur-unsur spiritual yang jahat. Airsejuk mempunyai nada bunyi dalam tekanan rendah yang amat lembut lagi mengharmonikan. Air sejuk akan menguatkan tulang bayi.

Air sejuk akan meningkatkan sistem imun yang luar biasa sebagai tenaga pencegahan berbagai penyakit alahan dan jangkitan.

Air sejuk dalam rahsia ais memegang rahsia kepadatan molekul kristal yang paling keras iaitu Intan.

Air sejuk adalah kuasa penyerap yang amat sesuai dijadikan system penghantaran tenaga yang paling cekap sehingga ke dasar sel yang jauh dan menyeluruh.


Air sejuk mempunyai daya rangsangan yang boleh mengembalikan semangatorang yang telah hilang seperti pengsan, gila dan koma kembali sedar.

Mandi air sejuk akan menguatkan tulang. Tulang yang berlebihan dengan urik asidakan meningkatkan suhu tulang dan melemahkan struktur tulang.

Air sejuk lebih stabil molekul atomnya. Air sejuk lebih peka kepadagelombang frekuensi rendah yang dirakamkan melalui niat dalam amalan berwuduk.

Air sejuk dapatmerakamkan gelombang frekuensi rendah lebih stabil.

Air sejuk sesuai dijadikan air penawar kepada orang yang ingin merakamkan bunyi dalaman yang disertai dengan rasa kasih sayang dan keikhlasan.

Air kelapa muda bersifat sejuk dan amat baik untuk kesihatan kerana ia amatberkesan meneutralkan kesan keracunan dan keasidan yang berlebihan di dalamaliran darah. Tubuh secara semulajadi bersifat panas dan ia memerlukan pasangan yang bersifat sejuk.

Oksigen dan hidrogen bersifat panas dan ia menguasai bahagian perut.Adalah menjadi suatu kesalahan memulakan amalan pemakanan di waktu pagi dengan unsur-unsur yang panas. Minumlah seteguk air sejuk di awal pagi kerana ia akan menguatkan perut.


Nota: Ermm betul ke? Padahal aku x berapa suka minum ais2 ni... hmmm

Ahad, Jun 22, 2008

Doa Hari Lahir...


Terima kasih Ya Allah untuk usia yang telah Engkau berikan. Terima kasih juga untuk setiap rezki yang Engkau kurniakan. Terima kasih untuk setiap cubaan yang Engkau turunkan.Terima kasih untuk bakat dan ilham yang Engkau anugerahkan. Sesungguhnya terlalu banyak yang telah Engkau berikan kepadaku...dan terlalu sedikit pengabdianku terhadapMu.


Engkau tetap menerima walau terkadang aku alpa, aku lupa, aku tersilap dan khilaf menafsir makna setiap kurniaan dan dugaan. Namun begitu besar kasihMu...Engkau tetap melindungi aku walaupun terkadang aku kalut merungut ketika saat-saat lemahku datang.Aku tidak pernah menafikan hakMu sebagai Khaliq walaupun terkadang aku terbuai dengan kesedihan dan kesakitan yang amat pedih.


Ampunkan aku Ya Allah pabila aku merintih nasibku di hadapanMu. Kalau bukan kepadaMu, kepada siapa lagi harus ku mengadu? Aku tidak pernah menyesali kewujudanku ini Ya Allah...namun aku hanyalah hambaMu yg dhaif dan lemah. Adakalanya aku kurang kesabaran. Ada masanya aku goyah keimanan. Ada masanya aku hampir terikut bisikan syaitan. Namun dengan limpahan kasih sayangMu, Engkau menarikku kembali jauh daripada kesesatan.


Dalam usia begini...aku ingin menjadi lebih dekat padaMu Ya Rahman. Dalam usia yang makin jauh ini...aku ingin lebih merinduiMu Ya Rahiim. Dalam usia meniti senja ini...aku ingin sekali menyambut panggilan KaabahMu Ya Al Malik.Dalam usia ubanan ini yang ku inginkan hanyalah ketenangan, kekusyukan beribadah, segala kesederhanaan dan kerendahan hati tanpa berhenti menghulur kasih pada yang sudi.


Ya Muhaimin...pimpinlah tangan hambaMu ini...pimpinlah hati hambaMu ini...pimpinlah langkah hambaMu ini akan sentiasa berpijak di atas jalan kebenaran. Ya Al Quddus... sebagai hambaMu yang hina dina, aku takkan mungkin mencapai sempurna, tapi kasihanilah aku... bimbinglah aku sentiasa agar aku mampu meniti titian siratulmustakimMu dengan tenang dan mudah tanpa cela.


Ya Al Hakiim...berikanlah ilham kepadaku agar aku mampu terus berkarya Agar aku terus mampu memberikan sedikit ikhtibar dan dakwah dengan caraku. Hulurkan kepadaku bijaksana agar aku mampu terus memacu kalam keinsanan sehingga tiba masanya Engkau menjemputku pergi.


Terima kasih Ya Allah atas segala takdir yang telah Engkau tentukan untukku. Engkaulah Ya Maha Besar... peliharalah aku si yatim piatu ini agar terus berpegang teguh pada taliMu.


Terimalah permohonan hambaMu yang sedang bermusafir di bumiMu ini Ya Al Mudzill.

Amin Ya Rabbul Alamin.

Thank You My Luna Ilena

You Are My Sole Mio!
22 June 2008

Mama Yang Tersayang...

Happy Birthday My Beloved Mama :)

Semoga Allah memanjangkan usia Mama.
Memurahkan rezeki untuk Mama.
..Dan semoga Allah sentiasa merahmati Mama.

Heidi minta maaf Ma... Untuk kesekian kalinya Heidi tidak berada disisi Mama menyambut tarikh istimewa dalam hidup Mama ni. Heidi pernah terlepas untuk meraihkan tarikh ini dan pernah juga terlepas untuk mengingatinya.

Mama My Love...

Maaf atas semua kelalaian tingkah laku Heidi lewat waktu itu. Maaf atas kekasaran bahasa yang menyakiti perasaan Mama. Maaf atas segalanya yang tidak mampu Heidi tuliskan disini. Kalau waktu boleh diundur, ingin Heidi ubah semula setiap tingkah laku Heidi yang pincang dimata Mama dan kata-kata yang menyakiti hati dan perasaan Mama.

Mama Dearest,

I find myself wondering...
Did I give you your due?
For all that you've done for me
Did I ever thank you?

If I have forgotten, I'm thanking you now..
Thank you for the love that you gave me..
Thank you for all the prayers..
Thank you for everything..
...I hope you know how much you're loved and appreciated!

My love for you is priceless! It's beyond measure.
As I said, I love you forever and for always.
There's no one in the world who could replace you.
You're my priority! Always be!

Mama, Happy Birthday. I LOVE YOU!
Heidi LOVE you, Ma! Truly I am!

Hugs and kisses,
-Heidi-

PS: Ma... jangan lagi bertanya apa yang Heidi pandang pada Mama sehingga Heidi menyayangi Mama sebegini. Sejuta kali Mama tanya... sejuta kali juga Heidi tidak punya jawapannya. Segala kekurangan Mama merupakan pelengkap untuk Heidi. Terima kasih atas kasih sayang Mama untuk Heidi selama ini.

You're my Sole Mio! The one and only.

posted by Heidi @ 12:08 AM

At 22/6/08 12:17 PM, rafikasastras said...

Mama to Heidi Yang Mama Kasihi:

Mama ulang membaca entry ini berkali-kali.
Mama membaca dengan perasaan
mama ulang penuh kasih sayang.
Mama cuba untuk tidak menangis
tapi airmata mama tiris titis menitis.

Inilah ucapan paling manis
Inilah pengakuan paling indah
yang pernah mama terima sepanjang hidup mama.
Mama tak pernah bermimpi untuk menerima
penghargaan sebesar ini, anakku
kerana yang mama berikan cumalah sekadar KASIH-SAYANG.

Anakku...
Mama takkan bertanya lagi.
Seperti mana mama menjadi pelengkap hidup Heidi,
Begitulah Heidi menjadi pelengkap hidup mama...
menyinggahi ruang-ruang kosong yg ditinggalkan
oleh mereka-mereka yg terdahulu...
Samada yang pergi dan terus menyepi...
Juga yang telah pergi dan takkan kembali.
Terima kasih anakku!
Inilah hadiah harilahir yang paling bermakna dalam hidup Mama.

Heidi...
pabila mama memberi... bkn utk dibalas
pabila mama menerima... mama buka tangan dan hati dgn luas
pabila mama menegur... disitulah letaknya tulus tanpa bayang
pabila mama diam...mama berdoa utk setiap insan yg tersayang

Dear Heidi,
If I'm ur sole mio
ur my Luna Ilena!

At 22/6/08 1:18 PM, Blogger Heidi said...

Dear Mama,

I cried the other day when I wrote the entry...
today, I cried as I'm reading yours!

Again, Happy Birthday!

I Love You Mama..

Your Luna Ilena,
Heidi.

At 22/6/08 3:20 PM, Anonymous rafikasastras said...

To Heidi Mama:

Subuh tadi mama belum membaca entry ini...selepas zohor tadi, dalam doa mama
sebahagiannya berbunyi " Ya Allah... terima kasih kerana menganugerahkan
kepadaku anak ini."

Tulus,
~Mama~

Catatan: Anakanda sentiasa dalam doa dan ingatan Bonda...walau di mana anakanda berada...

Khamis, Jun 19, 2008

Pabila Aku Telah Tiada...


Kematian! Aku telah berhadapan dengan banyak kematian. Dan apabila berbicara tentang kematian...ia adalah perpisahan. Perpisahan untuk selama-lamanya. Kehilangan untuk selama-lamanya. Rindu...pilu...pedih...sedih dan airmata, itulah ungkapan yg tepat mengiringi setiap kematian.

Aku telah berhadapan dengan kematian nenek, kematian abang, kematian ayah, kematian anak saudara kesayanganku dan telah berhadapan dengan kematian ibu. Perasaanku? Arghh! Aku x ingin berbicara ttg perasaan itu tika ini. Aku cuma ingin bercerita tentang apa yang pernah aku fikirkan tentang kematianku sendiri.

Aku bayangkan bagaimana rohku yg telah mennggalkan jasad terawang2 di udara. Aku menyaksikan ramai yang datang menziarahi. Aku melihat insan-insan tersayang yang cuba menahan ratapan. Di sana-sini ada yg bercerita dgn suara sebak dan separuh berbisik. Mereka bercerita ttg pengalaman masing2 ketika bersamaku. Hari ini aku hanya mendengar cerita baik saja dari bibir mereka.

Di satu sudut aku melihat Ajib sedang menangis sambil memeluk kain batik kesayangannya yang telah kubekalkan kepadanya hampir 5 thn lamanya. Kain batik itu kian nipis dan nampak kusam sedikit. Namun Ajib tetap setia menjadikan kain batik itu alas bantalnya dan kdg2 selimutnya.

Disudut lain aku melihat anak ppnku menangis. Di sudut satu lagi aku melihat anak lelakiku tersedu-sedu. Usah menangis anak-anakku...aku telah memberikan kalian segenap kasih-syg dan pengorbanan yg termampu kuberikan. Demi Tuhan...kasih sygku terhadap kalian tiada sempadan meskipun tanpa kata-kata dan ungkapan. Jika aku tidak menyayangi kalian, aku tidak akan jadi begini.

Aku rasa ingin sekali membelai mereka. Memeluk mereka untuk kali terakhir. Aku nak cium mereka puas-puas. Aku tak sempat memeluk mereka sebelum kematianku. Aku telah lama tak bertemu dengan mereka dan aku amat merindui mereka. Namun mana mungkin aku berbuat begitu? Aku kini hanya jisim tanpa tubuh. Tubuhku itu! Sedang terbujur kaku dikelilingi saudara mara yg sedang membaca al-Quran dan dan sedang menghadiahkan Al-Fatehah kepada rohku ini. Aku amat sedih, aku rasa ingin berteriak menyatakan betapa aku menyangi mereka. Namun aku sudah mati! Aku tidak mampu melakukan apapun lagi hatta mengerakkan jari. Aku telah berpisah dengan jasadku. Perpisahan yang lama.
Aku dan tubuhku hanya akan kembali bertemu setelah dibangkitkan semula di Padang Masyar nanti.

Aku melihat jasadku dimandikan. Aku melihat kakakku, kakak iparku dan sepupu-sepupu perempuanku membantu pemandi jenazah memandikan aku. Kemudian aku dikafankan dengan kain putih yang harum dengan air mawar yang direnjiskan. Setelah semuanya kemas rapi, nenek yang mengkapankan aku membedakiku kemudian meletakkan celak mekah di bawah mataku. Kemudian nenek (aku kupa nama nenek itu) memandang kepada semua yang mengelilingki. "Ada sesiapa yang nak cium atau tengok wajah arwah untuk kali terakhir sikanlah."

Seorang demi seorang muncul mendakap tubuh kakuku. Mencium ppku yang dingin. Mengucup dahiku yg sejuk. Di mulai oleh kakakku, kakak2 iparku, abg2ku.. diikuti oleh Ajib, anak ppnku... anak lelaki... anak2 saudaraku. Aku memerhatikan dgn penuh terharu. Kalaulah kalian memluk dan menciumku peluh tulus seperti itu sewaktu aku masih hidup alangkah bahagianya!

Selesai sudah segalanya. Kini masanya jasadku akan meninggalkan rumah pusaka iniuntuk selamanya. Hari ini adalah hari perpisahan yg amat getir. Aku akan meninggalkan segala-galanya. Rumah ini akan sunyi sepi tanpa penghuni. Mereka tidak akan melihat wajahku lagi di sini. Takkan mendengar gelak ketawaku lagi. Takkan mendengar petikan gitarku yang mengiringi suara sumbangku lagi.

Tak lama lagi, beberapa detik saja lagi...setelah aku dikebumikan; aku akan menjadi sejarah. Aku akan menjadi kenangan. Kenangan manis atau buruk...terpulang. Namun yang pasti...aku akan menjadi sejarah yang yang nntinya sedikit demi sedikit akan dilupakan. Aku ingin berhenti di sini. Aku tak mampu menulis lagi. Airmataku sudah berebut2 jatuh di papan kekunci ini. Bertemu lagi di lain entry...Salam kasih sayang seluas lautan untuk semua...



Nota: Pabila saat kematianku tiba...usah iringi dengan airmata...taburkanlah aku dengan harum-haruman doa kudus yang tulus dari jiwa...

Tentang aku, anakku yang nun di Myanmar dan pucuk malinja...


Lepas maghrib tetiba teringat pada anakku yang sedang berada di bumi emas Myanmar yang kini kian pudar sinar keemasannya lantaran bermacam bencana dan ujian yang ditimpakan Allah di sana.Anakku berada di negara junta itu bersama anggota Mercy untuk memberikan bantuan kemanusiaan di sana.

Salam yang. Anak mama watpe tu? Mamam pe arini?

Salam Ma..bru siap mandi hehe..duk2 dlm khemah smbil cek bekalan
ubat n tunggu waktu nk solat. Mama sihat?

Alhamdulillah nak..mama sihat. Baru lepas mamam. Best hirup kuah sup
pucuk malinja. Ehehe.

Malinja 2 apa Ma? Adik beradik ngan mas cotek tongkat hali? Felik2 ar
Mama ni :p wendu ar nk jenguk blog Mama :(

Ehehe. Malinja tu pokok. Buahnya digunakan utk buat keropok pahit yg dpanggil keropok Malinja.Pucuknya dibuat sayur. Sedapp. Kat tepi pgr umah mama ada 2 pokok. Pokok dia rendang n tinggi.Nnt bila anak mama blk mama tunjuk n mskkan eh?

Ehehe...anakku ini sering saja mengundang ketawa bila berbicara dengannya. Anakku yang lemah lembut tetapi nakal dan manja;-). Dah lama kami tak jumpa.aku rindu sangat padanya. Rindukan gelak ketawanya, rindukan pelukannya, rindukan suapannya. Dia suka sangat makan sepinggan denganku. Kadang-kadang sepinggan nasi kami kongsi bersama. Adakalanya aku suapkan dia tapi dia yg selalu suapkan aku. Sesuap dia,sesuap aku...x cukup tambah lagi ehehe.

Dia suka makan mee goreng,nasi goreng. Suka juga makan nasi berlaukkan gulai nangka muda, gulai pucuk ubi.Pandai juga makan ikan sembilang. Yang pasti dia tak pernah menolak apa saja yang aku masak. Rendang ayam pun suka. Walaupun kecik dan lampai tapi selera dia tajam. Selepas bbrp hari dia akan mengadu yg konon dia dah gemuk sikit. Aku selamba menidakkan.Mana ada...mama tengok sama ajaaa (padahal memang nampak ppnya makin montok) Syhhhh! Ehehehe.Tapi 1 je yang dia xpandai. Tak pandai pakai kain batik! Hahaha
yanggg...jgn marahhh! :-p

Bila malam dia akan menyelinap masuk ke dalam selimut tebal hijau ular sawaku. Dia tak mau selimut yang lain. Suka tidur di bawah satu selimut supaya dapat peluk2 aku, cium2 aku. Ehehe.Tapi yang paling penting... aku dapat merasakan ketulusan kasih sayangnya. Dan... aku amat bersyukur kerana dia memilih aku menjadi 'mama'nya.Dengan arwah mak pun dia macam tu...suka peluk2, cium2. Dan arwah mak pula biladah lama dia tak datang, tak dengar khabar, akan bertanya **** apa khabar? Dia ada telefon tak? Dia dekat mana?
Blablabla. Dan aku tahu anak ini juga dekat di hati ibuku...

p/s: Anakku... ingat tak ketika berebut tilam mucuk dengan abangmu? Kalau nak tau, abangmu masih tak suka tidur di tilam yang beralas. Kalau dia tidur kat bilik arwah uwan (kini dah jadi bilik mama), dia akan singkap dulu cadar tu paling tidak di bahagian kakinya. Itu pun setelah mama bebel... apsal la tidur suka singkap cadar... pastu tak betulkan balik lak tu! Muehehehehe.

Aku sedar, aku bukanlah 'mama' yang sempurna. Tapi aku berterima kasih kerana dia menerima aku seadanya...sebagaimana aku menerima dia seadanya. Kelebihan dan kekurangan.Dan aku percaya sesungguhnya cinta dan kasih sayang itu tidak mempunyai jarak atau jurang. Kasih sayang adalah hubungan batin dan rasa tanpa sempadan
selagi keikhlasan menjadi akar dan teras dari jiwa yang paling dalam.

Paling menyentuh hati dan tidak akan aku lupakan ialah ketika malam-malam sewaktu dia terjaga lalu spontan memeluk lalu mencium pipiku beberapa kali sebelum menyambung tidurnya semula. Tentu ketika itu dia menyangka aku sedang tidur lena. Ketika itulah aku dapat merasakan betapa hangat dan tulusnya kasih sayang seorang anak terhadap ibunya. Siapa kata anak saja yang memerlukan belaian? Seorang ibu juga menginginkan belaian seorang anak.Tau tak tu anak2? ;-)



Nota: Terima kasih Tuhanku kerana telah mengaturkan pertemuan kami. Terima kasih anakku...Mama amat menyayangimu...

Hari Ini Hari lahir Ibuku...Tapi Ibu Tiada Lagi DiSisiku...



Kalau emak masih hidup...hari ini adalah ulangtahun emak yang ke 75... Tidak pernah sekalipun aku mengenangnya tanpa airmata...bkn kerana tidak redha...aku meredhai pemergiannya...Cuma setiap kali aku terkenang, pabila tiap kali wajahnya terbayang...aku menjadi terlalu rindu... Al-Fatehah...Terima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan...

What your Birth month means


JANUARY

Ambitious and serious
Loves to teach and be taught
Always looking at people's flaws and weaknesses
Likes to criticize
Hardworking and productive
Smart, neat and organized
Sensitive and has deep thoughts
Knows how to make others happy
Quiet unless excited or tensed
Rather
reserved
Highly attentive
Resistant to illnesses but prone to colds
Romantic but has difficulties expressing love
Loves children
Homely person
Loyal
Needs to improve Social abilities
Easily jealous
Very Stubborn

FEBRUARY

Abstract thoughts
Loves reality and abstract
Intelligent and clever
Changing personality
Temperamental
Quiet, shy and humble
Low self esteem
Honest and loyal
Determined to reach goals
Loves
freedom
Rebellious when restricted
Loves aggressiveness
Too sensitive and easily hurt
Showing anger easily
Dislike unnecessary things
Loves making friends but rarely shows it
Daring and stubborn
Ambitious
Realizing dreams and hopes
Sharp
Loves entertainment and leisure
Romantic on the inside not outside
Superstitious and ludicrous
Spendthrift
Learns to show emotions


MARCH

Attractive personality
Affectionate
Shy
and reserved Secretive
Naturally honest, generous and sympathetic
Loves peace and serenity
Sensitive to others
Loves to serve others
Not easily angered
Trustworthy
Appreciative and returns kindness
Observant and assesses others
Revengeful
Loves to dream and fantasize
Loves traveling
Loves attention
Hasty decisions in choosing partners
Loves home decors
Musically Talented
Loves special things
Moody


APRIL

Active and dynamic
Decisive and haste but tends to regret
Attractive and affectionate to oneself
Strong mentality
Loves attention
Diplomatic
Consoling
Friendly and solves people's problems
Brave and fearless
Adventurous
Loving and caring
Suave and generous
Emotional
Aggressive
Hasty
Good memory
Moving
Motivate oneself and the others
Sickness usually of the head and chest


MAY

Stubborn
and
hard-hearted
Strong-willed and highly motivated
Sharp thoughts
Easily angered
Attracts others and loves attention
Deep feelings
Beautiful physically and mentally
Firm Standpoint
Needs no motivation
Easily consoled
Systematic (left brain)
Loves to dream
Strong clairvoyance
Understanding
Sickness usually in the ear and neck
Good imagination
Good physical
Weak breathing
Loves literature and the arts
Loves traveling
Dislike being at home
Restless
Not having many children
Hardworking
High spirited
Spendthrift


JUNE

Thinks far with vision
Easily influenced by kindness
Polite and soft-spoken
Having lots of ideas
Sensitive
Active mind
Hesitating
Tends to delay
Choosy and always wants the best
Temperamental
Funny and humorous
Loves to joke
Good debating skills
Talkative
Daydreamer
Friendly
Knows
how to make friends
Abiding
Able to show character
Easily hurt
Prone to getting colds
Loves to dress up
Easily bored
Fussy
Seldom shows emotions
Takes time to recover when hurt
Brand conscious
Executive
Stubborn


JULY

Fun to be with
Secretive
Difficult to fathom and to be understood
Quiet unless excited or tensed
Takes pride in oneself Has reputation
Easily consoled
Honest
Concerned
about
people's feelings
Tactful
Friendly
Approachable
Emotional
Temperamental and unpredictable
Moody and easily hurt
Witty and sparkly
Not revengeful
Forgiving but never forgets
Dislikes nonsensical and unnecessary things
Guides others physically and mentally
Sensitive and forms impressions carefully
Caring and loving
Treats others equally
Strong sense of sympathy
Wary and sharp
Judges people through observations
Hardworking
No difficulties in studying
Loves to be alone
Always broods about the past and the old friends
Likes to be quiet
Homely person
Waits for friends
Never looks for friends
Not aggressive unless provoked
Prone to having stomach and dieting problems
Loves to be loved
Easily hurt but takes long to recover


AUGUST

Loves to joke
Attractive
Suave and caring
Brave and fearless
Firm and has leadership qualities
Knows
how to console others
Too generous and egoistic
Takes high pride of oneself
Thirsty for praises
Extraordinary spirit
Easily angered
Angry when provoked
Easily jealous
Observant
Careful and cautious
Thinks quickly
Independent thoughts
Loves to lead and to be led
Loves to dream
Talented in the arts, music and defense
Sensitive but not petty
Poor resistance against illnesses
Learns to relax
Hasty and rusty
Romantic
Loving and caring
Loves to make friends


SEPTEMBER

Suave and compromising
Careful, cautious and organized
Likes to point out people's mistakes
Likes to criticize
Quiet but able to talk well
Calm and cool
Kind and sympathetic
Concerned and detailed
Trustworthy, loyal and honest
Does work well
Very confident
Sensitive
Thinking
generous
Good memory
Clever and knowledgeable
Loves to look for information
Must control oneself when criticizing
Able to motivate oneself
Understanding
Fun to be around
Secretive
Loves sports, leisure and traveling
Hardly shows emotions
Tends to bottle up feelings
Choosy especially in relationships
Loves wide things
Systematic


OCTOBER

Loves to chat
Loves those who loves him
Loves to takes things at the center

Attractive and suave
Inner and physical beauty
Does not lie or pretend/>Sympathetic
Treats friends importantly
Always making friends
Easily hurt but recovers easily
Daydreamer
Opinionated
Does not care of what others think
Emotional
Decisive
Strong clairvoyance
Loves to travel, the arts and literature
Soft-spoken, loving and caring
Romantic
Touchy and easily jealous
Concerned
Loves outdoors
Just and fair
Spendthrift and easily influenced
Easily lose confidence
Loves children


NOVEMBER

Has a lot of ideas
Difficult to fathom
Thinks forward
Unique and brilliant
Extraordinary ideas
Sharp thinking
Fine and strong clairvoyance
Can become good doctors
Dynamic in personality
Secretive
Inquisitive
Knows how to dig secrets
Always thinking
Less talkative but amiable
Brave and generous
Patient
Stubborn and hard-hearted
If there is a will, there is a way
Determined
Never give up
Hardly becomes angry unless provoked
Loves to be alone
Thinks differently from others
Sharp-minded
Motivates oneself
Does not appreciate praises
High-spirited
Well-built and tough
Deep love and emotions
Romantic
Uncertain in relationships
Homely
Hardworking
High abilities
Trustworthy
Honest and keeps secrets
Not able to control emotions
Unpredictable


DECEMBER

Loyal and generous
Patriotic
Active in games and interactions
Impatient and hasty
Ambitious
Influential in organizations
Fun to be with
Loves to socialize
Loves praises
Loves attention
Loves to be loved
Honest and trustworthy
Not pretending
Short tempered
Changing personality
Not egoistic
Take high pride in oneself
Hates restrictions
Loves to joke
Good sense of humor
Logical

Tak perlu terima kasih...cukup kalian menjadi insan budiman...


Bila duduk2 di pangkin lama, melihat sekitaran yang penuh kenangan...ingatanku kembali kepada tahun-tahun terkemudian.Di mana suatu ketika dulu di tanah lapang, anak-anakku riuh bermain badminton...yang kemudian bertukar menjadi medan pergaduhan drpd kata mengata kemudian naik kaki dan tangan pula. Aku memerhatikan saja...argh anak laki-laki! Seketika kemudian masing2 membawa haluan berbeza dgn muka berkerut dan muncung sedepa. Kemudian ketika senja menjelang akn kedengaran suara mereka berbual2 dan ketawa semula.


Membesarkan anak2 drpd keluarga yg berpecah belah bknlah sst yg mudah. Dalam pada cuba membuat yg terbaik supaya hati mereka tak terguris, hatiku sendiri yg hancur lebur. Berlembut dijadikan mainan...berkeras dikatakan garang, benci mentang-mentanglah hidup menumpang. Mereka merasa diri mereka tertekan, tp mereka langsung x berfikir ttg tekanan yg aku alami.


Mana lg nak fikirkan perbelanjaan, mana lg nak aturkan jadual harian antara kerja2 rumah dgn tugas2an yg harus aku selesaikan; mana lagi nak pantau kegiatan mereka, sikap mereka, pembelajaran mereka. Kalau x ikutkan hati mau aku jadi sasau.


Tapi semua tu dah berlalu... aku bersyukur kerana skrg mereka sudah mengerti. Apa yg aku lakukan selama ini kerana syg, bkn kerana benci.


Am: Kalau maksu tak marah2 dulu...tak paksa2 abg dulu...tentu sampai skrg abg x pandai mengaji.


Gg: Adik mana2 mengaji pun mmg x jalan... bila arwah uwan ajar barulah leh masuk lam kepala adik. Selama ni adik mengaji dgn menghafal, langsung x kenal huruf. Mujurlah maksu paksa adik ngaji.


Itulah pengakuan 2 org anak arwah abgku yg tinggal dgnku ketika mereka tingkatan 3.Waktu itu aku tau aku ni menjadi kebencian mereka. Mrk benci sbb aku garang, tegas. Mereka sangka aku tak suka dgn kehadiran mereka. Anak2ku...kalau maksu x sudi kalian tgl di sini... maksu takkan belikan kalian mejatulis satu sorang. Bahkan mejatulis yg maksu belikan kalian lebih baik dan lebih mahal drpd mejatulis Z
&Z. Malah sebelum membelinya, aku katakan pada Z dan Z... "Korang berdua jgn kecik hati maksu belikan mejatulis yg cantik n mahal skit utk mereka drpd korang ya? Sian diorg...ayah dah... maksu dah belikn korang mcm2...xpelah ya maksu belikan diorg yg elok skit? Z dan Z kata xpe..dan aku tahu mereka cukup mengerti.


X patutkah aku marah kalau ketika exam x lama lagi... si Gg keluar rumah dan pulang lewat2 mlm? X pernah tgk buku... x pernah nak kisah ttg skolah? X reti nak aturkan jadual sendiri?


Maka aku terpaksa buatkan jadual utk mereka utk sesiap subjek yg harus mereka telaah sekian sekian waktu dlm sehari. Bataskan waktu menonton tv. Jadual 3 org anak lelaki yg sebaya dan jadual sorang anak ppn yg muda setahun drpd mereka. Aku cuba lakukan yg terbaik utk mereka. Tp bg mereka, aku hanya ingin menyusahkan mereka. Alangkah!Kalaulah kalian tau apa yg tersembunyi di hati maksumu ini! Tangisan maksu...jeritan hati maksu...siapa yg mendengar anak2ku?


Bab mengaji... Ermmm terus terang aku mmg xsabar kalau ngajar bebudak ngaji. Lagi2 kalau jenis yg benap hati. Aku ingat lg masa aku ajar Gg... baru je aku sebut dia dah lupa. Manalah aku tau dia xreti mengeja. Aku pulak silap sbb tak tanya..tp mmg x terfikir dah tingkatan 3 xleh ngeja jawi. Kali terakhir aku mengajar dia mengaji, aku halau dia pergi kepada uwannya. "Astaghfirullah-al'azim ... pergi! Pergi! Pergi ngaji kat uwan kau skrg! Pergi!" Aku dah xleh tahan... rasa nak kupiat2 je perutnya mcm arwah mak pernah buat masa aku belakar ngaji kecik2 dulu. Dia pun dgn airmata menitik2 di pipi memeluk muqaddamnya menuju ke tpt mak sedang wirid selepas solat maghrib.


Itulah kelemahan aku! Aku boleh sabar dgn apa saja kecuali ngajar bebudak ngaji. X taulah kenapa.


Aku tau byk kelemahan aku ketika membesarkan mereka. Tapi aku dah cuba yg terbaik. Walaupun mungkin bagi mereka ianya x cukup baik. Aku masih muda remaja ketika itu... apalah yg aku tau ttg mendidik anak, ttg membesarkan anak2...lg pula aku anak bongsu, mana pernah jaga adik2.


Ada masanya aku rasa amat tertekan. Bercakap sorang2...memohon Allah berikan kekuatan dan kesabaran. Aku tak kuat sebenarnya waktu itu. Cuma aku berusaha menguatkan diriku. Cuba meminjam semangat dan kekuatan ibuku. Kdg2 pabila mlm...ketika sunyi menjelang, aku duduk depan cermin menatap wajahku sendiri sambil menangis dalam diam.


Kini...laman ni sunyi...tiada lg suara gurauan...tiada lagi gelak ketawa...sepi di mana-mana...




Nota: Apapun nasib yang menimpaku hari ini....aku tidak pernah menyesali semalam...

Pergi ke tidak?

Maisarah...aku belum buat keputusan. Tawaran kau begitu mengujakan untuk ditolak. Tapi...aku masih perlu mempertimbangkannya. Kalau mengikutkan akal dangkal aku ni, sekarang juga aku berkemas dan mengikut kau ke sana! Aku memang rindukan kota suci itu. Aku ingin sangat ziarah ke sana sementara hayat aku ada. Kalau aku ikut kau tinggal di sana...tentu aku boleh mengerjakan umrah berapa kali pun yang aku suka kan? Alangkah!

Aku memang ingin 'melenyapkan' diri dari sini. Bukan putus asa, aku x pernah putus asa x kira apapun yg berlaku dlm hidupku.Cuma... aku dah cukup letih dengan semua ini. Mengapa asyik aku...aku aku...??? Mungkin ke aku ni diciptakan utk hanya mengambil tahu ttg org lain, prihatin terhadap org lain, membantu org lain, korban diri untuk org lain, semuanya org lain! Aku? Aku ni apa pula? Aku ni hanya robot, batu, kayu, konkrit?

Aku manusia Maisarah...xkan seumur hidup aku harus terkorban. X cukupkah apa yg telah aku berikan kepada mereka selama ini? Terlalu banyak impian yg telah kubunuh dan kukebumikan tanpa nisan demi mereka semua. X cukupkah itu? Apakah skrg mereka mahu membunuh jiwaku pula...sehingga aku mati kata-kata...mati rasa...mati jiwa??



Nota: Aku takkan izinkan mereka membunuh jiwaku Maisarah... tidak sama sekali!
.~Sebelum Mata Terpejam~ ©2006 - 2014. Hakcipta :rafikasastras~Sebelum Mata Terpejam~