-->

Khamis, Mac 31, 2011

Siapakah Memberi Khabar?

Saya letih sebenarnya. Banyak benar tugasan. Tapi rasa macam tak seronok bila blog bersawang. Jadi saya berkongsi dengan anda satu puisi indah karya seniman Latiff Mohideen. Lagu ini dinyanyikan oleh Allahyarham Zubir Ali bersama kumpulan Harmoni. Nak dengar downloadlah di sini:
Download



Siapakah Memberi Khabar

siapakah memberi khabar
fajar akan menjelma
pabila malam dipancung
oleh ketakutan

siapakah memberi khabar
bunga akan tumbuh
pabila alam dibakar hangus
oleh kesangsian

siapakah memberi khabar
cinta akan timbul
pabila dada ditenggelamkan
oleh kepalsuan

Karya: Latiff Mohideen

Ahad, Mac 27, 2011

Masih Jelas Rindu Setengah Mati...

Sudah agak lama saya tidak mendengar lagu-lagu baru. Siaran radio di rumah ini 24 jam berkumandang dengan lagu-lagu klasik dari Klasik Nasional kerana kakak saya amat meminati lagu-lagu pada zamannya. Kadang-kadang saya cuba menukar saluran untuk mendengar lagu-lagu baru yang segar. Tapi tidak sampai setengah jam kakak saya akan menukar semula siaran kepada saluran kegemarannya dengan kritikan yang telah berpuluh kali keluar dari bibirnya. 'Lagu sekarang ni tak sedap, ntah hapa-hapa!' Hehehe. Tidak mengapalah. Saya beralah. Saya boleh mendengar lagu-lagu baru melalui siaran radio di smartphone saya.

Tapinya saya masih jarang mendengar lagu kerana sibuk dengan tugasan saya. Saya ini jenis yang tidak suka menulis sambil mendengar lagu. Memang tabiat saya dari dulu. Jika menulis sambil mendengar lagu, saya tidak mampu konsentrasi.

Tadi sambil mencari bahan saya rewang-rewang ke blog kenalan kemudian singgah menjengah blog anakanda saya. Lagu dalam blognya itu memang akrab pada telinga saya. Sering saya dengar di TV. Namun apa yang menarik, baru hari ini saya perasan betapa puitisnya lagu ini. Liriknya begitu kena dengan melodi sekaligus saya mengerti mengapa dia memilih lagu ini untuk blognya.Anakanda saya menggabungkan dua bunga lagu sebagai latar blognya. Gabungan lagu D'Massive, Rindu Setengah Mati dengan lagu Hafiz, Masih jelas...cukup menggambarkan keseluruhan perasaannya. Tersentuh naluri keibuan saya.

Rindu Setengah Mati

Aku ingin engkau ada di sini
Menemaniku saat sepi
Menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu
Ku hanya mencintai kamu
Ku hanya memiliki kamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Aku rindu setengah mati

Meski t’lah lama kita tak bertemu
Ku slalu memimpikan kamu
Ku tak bisa hidup tanpamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Ku tak bisa hidup tanpamu
Aku rindu

Lagu ini adalah lagu tema sinetron kegemaran kakak saya, Kejora dan Bintang. Setiap kali menonton sinetron itu saya harus selalu menenangkan dia kerana dia terlalu beremosi. Marah-marah pada watak baik yang 'bangang' dan lurus bendul yang mudah diperkotak-katikkan oleh watak jahat. Sakit hati pada watak jahat yang sentiasa saja menang.Sehinggalah kepada perkara-perkara remeh yang tidak logik dan menyakitkan hati apabila menontonnya :)

Masih Jelas - Hafiz

Beralih musim ke musim
Hati tetap serupa
Tiada yang berubah
Dari hari dikau pergi, dikau pergi

Penjara, hidup ini penjara
Tanpa ada simpati
Kepada sang kekasih
Yang dilanda, yang dilanda kehilangan

Masih jelas setiap garisan halus
Bila senyuman kau ukirkan untukku
Masih jelas setiap lekuk penjuru
Menghiasi wajahmu waktu kau renung aku

Ratib sendu
Bergetar dalam kalbu
Hingga menitis linang
Dari kelopak mata
Keranamu, keranaku dipisahkan

Masih jelas setiap garisan halus
Bila senyuman kau ukirkan untukku
Masih jelas setiap lekuk penjuru
Menghiasi wajahmu waktu kau renung aku

Masih jelas setiap garisan halus
Bila senyuman kau ukirkan untukku
Masih jelas setiap lekuk penjuru
Menghiasi wajahmu waktu kau renung aku

Sudah suratan takdir begini
Segalanya sementara
Selagi hayat ku masih ada
Kau bertakhta di hatiku

Beralih musim ke musim
Hati tetap serupa
Tiada yang berubah
Dari hari dikau pergi, dikau pergi
Dikau pergi

Lagu: Aidit Alfian (Indah Karya Publishing (M) Sdn Bhd)
Lirik: Ad Samad (Fighting Poet Sdn Bhd, S/P Luncai Emas Sdn Bhd)

Catitan: Pujian saya kepada Aidit Alfian dan Ad Samad kerana menghasilkan karya yang indah ini.Ya... tersentuh jiwa...teringat zaman muda :p

Selasa, Mac 22, 2011

Mencintai Penanda Dosa

Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan orang-orang yang membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada banyak kejadian, ia diwakili oleh orang-orang penuh cahaya yang kilau keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.
Dalam tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi hari-hari ini, saya juga bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri niagawan kecil yang oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji. Selidik saya menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk rumah Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.
“Kalau sudah rizqi kami”, ujar si suami dengan mata berkaca nan manusiawi, “Kami yakin insyaallah akan kesampaian juga jadi tamu Allah. Satu saat nanti. Satu saat nanti.” Saya memeluknya dengan hati gerimis. Surga terasa masih jauh di hadapan mereka yang mabrur sebelum berhaji.
Ada lagi pengantin surga. Keluarga yang hendak menikahkan dan menyelenggarakan walimah putra-putrinya itu bersepakat mengalihkan beras dan segala anggaran ke barak pengungsi. Nikah pemuda-pemudi itu tetap berlangsung. Khidmat sekali. Dan perayaannya penuh doa yang mungkin saja mengguncang ‘Arsyi. Sebab semua pengungsi yang makan hidangan di barak nan mereka dirikan berlinangan penuh haru memohonkan keberkahan.
Catatan indah ini tentu masih panjang. Ada rumah bersahaja berkamar tiga yang menampung seratusan pelarian musibah. Untuk pemiliknya saya mendoa, semoga istana surganya megah gempita. Ada juru masak penginapan berbintang yang cutikan diri, membaktikan keahlian di dapur umum. Ada penjual nasi gudheg yang sedekahkan 2 pekan dagangannya bagi ransum para terdampak bencana. Semoga tiap butir nasi, serpih sayur, dan serat lelaukan bertasbih untuk mereka.
Ada juga tukang pijit dan tukang cukur yang keliling cuma-cuma menyegarkan raga-raga letih, barak demi barak. Ad dokter-dokter yang rela tinggalkan kenyamanan ruang berpendingin untuk berdebu-debu dan berjijik-jijik. Ada lagi para mahasiswa dan muda-mudi yang kembali mengkanakkan diri, membersamai dan menceriakan bocah-bocah pengungsi. Semua kebermanfaatan surgawi itu, sungguh membuat iri.
***
“Ah, surga masih jauh.”
Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia?
Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.
Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?
Dan wanita dengan jubah panjang dan jilbab lebar warna ungu itu memang berjuang untuk mencintai penanda dosanya.
“Saya hanya ingin berbagi dan mohon doa agar dikuatkan”, ujarnya saat kami bertemu di suatu kota selepas sebuah acara yang menghadirkan saya sebagai penyampai madah. Didampingi ibunda dan adik lelakinya, dia mengisahkan lika-liku hidup yang mengharu-birukan hati. Meski sesekali menyeka wajah dan mata dengan sapu tangan, saya insyaf, dia jauh lebih tangguh dari saya.
“Ah, surga masih jauh.”
Kisahnya dimulai dengan cerita indah di semester akhir kuliah. Dia muslimah nan taat, aktivis dakwah yang tangguh, akhwat yang jadi teladan di kampus, dan penuh dengan prestasi yang menyemangati rekan-rekan. Kesyukurannya makin lengkap tatkala prosesnya untuk menikah lancar dan mudah. Dia tinggal menghitung hari. Detik demi detik serasa menyusupkan bahagia di nafasnya.
Ikhwan itu, sang calon suami, seorang lelaki yang mungkin jadi dambaan semua sebayanya. Dia berasal dari keluarga tokoh terpandang dan kaya raya, tapi jelas tak manja. Dikenal juga sebagai ‘pembesar’ di kalangan para aktivis, usaha yang dirintisnya sendiri sejak kuliah telah mengentas banyak kawan dan sungguh membanggakan. Awal-awal, si muslimah nan berasal dari keluarga biasa, seadanya, dan bersahaja itu tak percaya diri. Tapi niat baik dari masing-masing pihak mengatasi semuanya.
Tinggal sepekan lagi. Hari akad dan walimah itu tinggal tujuh hari menjelang, ketika sang ikhwan dengan mobil barunya datang ke rumah yang dikontraknya bersama akhwat-akhwat lain. Sang muslimah agak terkejut ketika si calon suami tampak sendiri. Ya, hari itu mereka berencana meninjau rumah calon tempat tinggal yang akan mereka surgakan bersama. Angkahnya, ibunda si lelaki dan adik perempuannya akan beserta agar batas syari’at tetap terjaga.
“’Afwan Ukhti, ibu dan adik tidak jadi ikut karena mendadak uwak masuk ICU tersebab serangan jantung”, ujar ikhwan berpenampilan eksekutif muda itu dengan wajah sesal dan merasa bersalah. “’Afwan juga, adakah beberapa akhwat teman Anti yang bisa mendampingi agar rencana hari ini tetap berjalan?”
“Sayangnya tidak ada. ‘Afwan, semua sedang ada acara dan keperluan lain. Bisakah ditunda?”
“Masalahnya besok saya harus berangkat keluar kota untuk beberapa hari. Sepertinya tak ada waktu lagi. Bagaimana?”
Akhirnya dengan memaksa dan membujuk, salah seorang kawan kontrakan sang Ukhti berkenan menemani mereka. Tetapi bi-idzniLlah, di tengah jalan sang teman ditelepon rekan lain untuk suatu keperluan yang katanya gawat dan darurat. “Saya menyesal membiarkannya turun di tengah perjalanan”, kata muslimah itu pada saya dengan sedikit isak. “Meskipun kami jaga sebaik-baiknya dengan duduk beda baris, dia di depan dan saya di belakang, saya insyaf, itu awal semua petakanya. Kami terlalu memudah-mudahkan. AstaghfiruLlah.”
Ringkas cerita, mereka akhirnya harus berdua saja meninjau rumah baru tempat kelak surga cinta itu akan dibangun. Rumah itu tak besar. Tapi asri dan nyaman. Tidak megah. Tapi anggun dan teduh.
Saat sang muslimah pamit ke kamar mandi untuk hajatnya, dengan bantuan seekor kecoa yang membuatnya berteriak ketakutan, syaithan bekerja dengan kelihaian menakjubkan. “Di rumah yang seharusnya kami bangun surga dalam ridhaNya, kami jatuh terjerembab ke neraka. Kami melakukan dosa besar terlaknat itu”, dia tersedu. Saya tak tega memandang dia dan sang ibunda yang menggugu. Saya alihkan mata saya pada adik lelakinya di sebalik pintu. Dia tampak menimang seorang anak perempuan kecil.
“Kisahnya tak berhenti sampai di situ”, lanjutnya setelah agak tenang. “Pulang dari sana kami berada dalam gejolak rasa yang sungguh menyiksa. Kami marah. Marah pada diri kami. Marah pada adik dan ibu. Marah pada kawan yang memaksa turun di jalan. Marah pada kecoa itu. Kami kalut. Kami sedih. Merasa kotor. Merasa jijik. Saya terus menangis di jok belakang. Dia menyetir dengan galau. Sesal itu menyakitkan sekali. Kami kacau. Kami merasa hancur.”
Dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil mereka menghantam truk pengangkut kayu di tikungan. Tepat sepekan sebelum pernikahan.
“Setelah hampir empat bulan koma”, sambungnya, “Akhirnya saya sadar. Pemulihan yang sungguh memakan waktu itu diperberat oleh kabar yang awalnya saya bingung harus mengucap apa. Saya hamil. Saya mengandung. Perzinaan terdosa itu membuahkan karunia.” Saya takjub pada pilihan katanya. Dia menyebutnya “karunia”. Sungguh tak mudah untuk mengucap itu bagi orang yang terluka oleh dosa.
“Yang lebih membuat saya merasa langit runtuh dan bumi menghimpit adalah”, katanya terisak lagi, “Ternyata calon suami saya, ayah dari anak saya, meninggal di tempat dalam kecelakaan itu.”
“Subhanallah”, saya memekik pelan dengan hati menjerit. Saya pandangi gadis kecil yang kini digendong oleh sang paman itu. Engkaulah rupanya Nak, penanda dosa yang harus dicintai itu. Engkaulah rupanya Nak, karunia yang menyertai kekhilafan orangtuamu. Engkaulah rupanya Nak, ujian yang datang setelah ujian. Seperti perut ikan yang menelan Yunus setelah dia tak sabar menyeru kaumnya.
“Doakan saya kuat Ustadz”, ujarnya. Tiba-tiba, panggilan “Ustadz” itu terasa menyengat saya. Sergapan rasa tak pantas serasa melumuri seluruh tubuh. Bagaimana saya akan berkata-kata di hadapan seorang yang begitu tegar menanggung semua derita, bahkan ketika keluarga almarhum calon suaminya mencampakkannya begitu rupa. Saya masih bingung alangkah teganya mereka, keluarga yang konon kaya dan terhormat itu, mengatakan, “Bagaimana kami bisa percaya bahwa itu cucu kami dan bukan hasil ketaksenonohanmu dengan pria lain yang membuat putra kami tersayang meninggal karena frustrasi?”
“Doakan saya Ustadz”, kembali dia menyentak. “Semoga keteguhan dan kesabaran saya atas ujian ini tak berubah menjadi kekerasan hati dan tak tahu malu. Dan semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari mencintai anak itu sepenuh hati.” Aduhai, surga masih jauh. Bahkan pinta doanya pun menakjubkan.
Allah, sayangilah jiwa-jiwa pendosa yang memperbaiki diri dengan sepenuh hati. Allah, jadikan wanita ini semulia Maryam. Cuci dia dari dosa-dosa masa lalu dengan kesabarannya meniti hari-hari bersama sang buah hati. Allah, balasi tiap kegigihannya mencintai penanda dosa dengan kemuliaan di sisiMu dan di sisi orang-orang beriman. Allah, sebab ayahnya telah Kau panggil, kami titipkan anak manis dan shalihah ini ke dalam pengasuhanMu nan Maha Rahman dan Rahim.
Allah, jangan pula izinkan hati kami sesedikit apapun menghina jiwa-jiwa pendosa. Sebab ada kata-kata Imam Ahmad ibn Hanbal dalam Kitab Az Zuhd yang selalu menginsyafkan kami. “Sejak dulu kami menyepakati”, tulis beliau, “Bahwa jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”
www.safillah.co.cc
***
NB: sahibatul hikayah berpesan agar kisah ini diceritakan untuk berbagi tentang betapa pentingnya menjaga iman, rasa taqwa, dan tiap detail syari’atNya di tiap langkah kehidupan. Juga agar ada pembelajaran untuk kita bisa memilih sikap terbaik menghadapi tiap uji kehidupan. Semoga Allah menyayanginya.

Sumber: http://paksi.net

Isnin, Mac 21, 2011

Adakah Kita Kisah?

Kita selalu lupa pada tangan yang memberi ketika kita susah, lupa pada kasih-sayang yang dicurahkan ketika kita gundah. Lupa pada doa yang selalu mengiringi kita ketika dilanda musibah. Lupa pada keikhlasan yang mengiringi setiap jejak dan langkah. Di manakah kita ketika orang itu sedang getir menunggu rebah? Tanyalah diri kita sejujurnya, adakah kita kisah?

Catitan: Marilah kita sama-sama bermuhasabah diri...usahlah menjadi orang yang tak sedar diri dan tak mengenang budi.

Ahad, Mac 20, 2011

Dangerous Websites Against Islam


Beware of the following websites:

www.answering-islam.org
www.aboutislam.com
www.thequran.com
www.allahassurance.com

These sites have been developed by Jews .

Who Intentionally are spreading wrong information about the QURAN , the HADITH and ISLAM itself.

Please spread this information

To all the Muslim brothers and sisters around the world. The list of traced anti- Islamic websites, about Islam are:

1. http://www.islamreview.com/
This site has posted fake stories of how Muslims converted to Christianity. How do I know? Read the following excerpt from one of the stories:
First the ‘convert’ says: (emphasis added)
In the end, I managed to convince my mother, as it was for Allah and I joined the Islamic College. Having graduated as an ustaz, I was soon posted to my neighbourhood…
And then: My trip to Mecca for the Haj (pilgrimage) was tiring but eventful. I did not have the rare opportunity to see inside the holy Kabah and the holy idols inside, which Prophet Muhammud had helped to place, as explained in Bukhari’s Hadith
An Ustaz (scholar) in Islaamic Studies is saying that there are idols inside the Kabah and that too placed by Muhammad (saw) himself!?!?!
This clearly shows that the author is deliberately trying to spread misinformation about Islaam and wants to convey to possible reverts to Islaam that it is religion of idol worship.
In fact most of the Christian sites use this tactic of false convert stories but it’s not always possible to prove it

2. http://www.faithfreedom.org/

AlhamduliLlaah I was able to catch another site posting fake stories of Muslims leaving Islaam. See the false information imparted here. That the attempt is deliberate is known through the claim that the ‘convert’ has done detailed study about the topic.

For Islamic Education, I had to study about marriage in detail to do well. So, I learnt all the stuff and got the highest grade anyone can get for Islamic Education. And guess what? Because I know it so well, I know that there is a lot of discrimination against women in Islam. Things like a father and grandfather can marry a girl/woman to whomever they want even if the girl/woman doesn’t want to marry that person… In addition, I learned things like women couldn’t be witnesses in Syariah Courts and things like that

The first point here is a total lie whereas the second is a distorted version of the truth.

3. http://www.answering-islam.org/Testi…younathan.html

Here’s yet another extract from a false convert story aimed at spreading misinformation about Islaam.

As I started thinking about my life and the Quran, I realized all Muslims, even the prophet Muhammad, would go to Hell for certain sins they committed in their lifetime.

This is a common ploy of the Christian Missionaries. They first inform gullible victims that Jesus (God) is Love and just by believing in the Crucifixion, you will be assured of Paradise. Whereas the concept of God in Islaam is so harsh that no one will be spared from Hell and that even Prophet Muhammad (saw) was not sure of where he would end up. For this purpose they quote an ayat of the Qur’aan out of context. Here there have gone a step further by saying that even our beloved Prophet (saw) would have to go through hell. Nothing could be further from the truth.

Anti Islaamic Sites under misleading names

4. http://www.muslimhope.com/

5. http://www.islameyat.com/

6. http://www.islamreview.com

7. http://www.muhammadanism.com/

8. http://thespiritofislam.com/index.html

9. http://www.abrahamic-faith.com/

10. http://www.gnfcw.com/

11. http://www.knowislam.info/drupal/mno

12. http://www.homa.org/

13. http://www.thequran.com/

14. http://www.allahassurance.com/

15. http://www.mosque.com/

16. http://thespiritofislam.com/index.html

17. http://www.newislam.org/

18. http://www.islam-exposed.org/

19. http://answering-islam.org.uk/

20. http://www.answeringinfidels.com/

21. http://www.islamundressed.com/

22. http://www.studytoanswer.net/myths_ch1.html

23. http://www.challenging-islam.org/sub…ns/shariah.htm

24. www.answering-islam.org

25. http://www.islamundressed.com/

26. http://www.exmuslim.com/

27. http://www.answeringinfidels.com

28. http://www.gnfcw.com/

29. http://www.dhimmi.com/

30. http://www.chick.com/information/religions/islam/

31. http://www.acage.org/

32. http://www.apostatesofislam.com/

33. http://www.secularislam.org/

34. http://www.muslim-refusenik.com/

35. http://www.icapi.org/

36. http://www.hesetsfree.org/

37. http://www.letusreason.org/Islamdir.htm

38. http://www.kafirnation.com/

39. http://www.jihadwatch.org/

40. http://www.anti-cair-net.org/

41. http://apostatesofislam.com/

42. http://challenging-islam.org/

Sumber: http://dakwah.org/

Rabu, Mac 09, 2011

Lagu Maut "Gloomy Sunday"


Lagu Gloomy sunday yang dicipta oleh Reszo Seress lebih lapan dekad yang lalu sering dikaitkan dengan kematian. Ada juga yang mengkategorikannya sebagai 'lagu maut'. Sejauh manalah kebenarannya? Adakah lagu itu benar-benar berhantu dan begitu meruntun hati sehingga mampu mempengaruhi naluri pendengarnya supaya membunuh diri? Adakah lagu itu mampu membawa impak yang serupa hari ini sama dengan impak di zamannya?

Lagu gloomy sunday dicipta oleh Reszo pada hari yang sama dengan pertengkaran hebat yang berakhir dengan perpisahan dengan tunangnya yang mahu Reszo mencari pekerjaan tetap demi masa depan mereka. Reszo bukanlah pencipta dan penggubah lagu yang hebat kerana semua lagu gubahannya langsung tidak berjaya menarik minat sebarang penerbit.

Pertengkaran hebat yang terjadi pada hari ahad itu yang disulami dendam dan kebencian memberikan tekanan hebat dalam diri Reszo. Selepas pertengkaran
itu, Reszo duduk di depan pianonya sambil merenung langit malam yang suram
dengan awan berat dari jendela yang terbuka.

'Ahad yang suram'... Dalam deruan hujan Reszo terus mendapat ilham lalu jarinya terus memainkan melodi melankolia aneh yang seolah-olah mengadaptasikan kesedihan dan kekecewaan akibat putus kasih dengan tunangannya. Reszo menulis nota lagu itu pada sekeping poskad lama. Lagu itu digubah dalam masa 30 minit sahaja.

Reszo kemudian menghantar karyanya itu kepada seorang penerbit. Dia menanti dengan penuh harapan karyanya itu kali ini akan diterima. Beberapa hari kemudian, gubahannya itu dikembalikan dengan nota penolakan yang berbunyi: "Melodi Gloomy terlalu menyedihkan dan kami meminta maaf tidak dapat menerimanya."

Reszo mencuba nasib dengan penerbit lain. Dia bernasib baik kerana kali ini karyanya diterima. Penerbit tersebut memberitahu Reszo bahawa lagunya akan diedarkan keseluruh dunia. Reszo amat gembira bagaikan bulan jatuh ke riba.

Namun beberapa bulan setelah Gloomy Sunday diedarkan, berlaku beberapa kejadian aneh yang semuanya dikaitkan dengan lagu tersebut.Di Berlin, seorang lelaki meminta lagu itu dimainkan. Setelah mendengar lagu itu, dia pulang ke rumah kemudian menembak kepalanya selepas mengadu amat tertekan dan tidak dapat melupakan melodi lagu tersebut.

Di bandar yang sama seminggu kemudian, seorang pembantu kedai wanita ditemui tergantung di rumahnya. Polis yang menyiasat kes itu menemui salinan lagu Gloomy Sunday di bilik tidur gadis itu.

Tragedi tidak berakhir di situ. Dua hari kemudian, seorang setiausaha muda di New York membunuh diri. Pada nota yang ditemui, dia meminta lagu Gloomy sunday dimainkan pada hari pengebumiannya.

Beberapa minggu kemudian, seorang lagi penduduk New York berusia 82 tahun membunuh diri dengan melompat dari tingkat tujuh pangsapurinya selepas memainkan ‘lagu maut’ itu dengan piano. Sekitar masa sama, seorang remaja di Rome yang mendengar lagu itu membunuh diri dengan melompat dari jambatan.

Akhbar segera melaporkan beberapa lagi kematian yang dikaitkan dengan lagu gubahan Reszo itu. Sebuah akhbar melaporkan kes seorang wanita di utara London yang memainkan lagu berkenaan sebanyak 78 kali tanpa henti sehingga menakutkan dan menaikkan kemarahan jirannya yang membaca kisah kematian yang dikaitkan dengan irama itu.Mereka mengetuk rumah wanita berkenaan tetapi tiada jawapan. Mereka akhirnya merempuh masuk ke rumah itu dan mendapati wanita berkenaan sudah meninggal dunia.

Kematian demi kematian aneh yang dikaitkan dengan Gloomy Sunday memaksa pegawai atasan Perbadanan Penyiaran Britain (BBC) melarang lagu itu dimainkan. Keanehan itu turut dirasakan penggubahnya, Reszo Seress.

Dia menulis surat kepada bekas tunangnya, merayu mereka berbaik semula. Namun beberapa hari kemudian, dia menerima berita mengejutkan apabila polis memberitahu wanita itu membunuh diri dengan meminum racun. Di sisi mayatnya, salinan Gloomy Sunday ditemui.

Pada akhir 1930-an, apabila dunia memerangi Adolf Hitler, lagu berkenaan dilupakan. Salinan lagu ini masih boleh didapati tetapi tidak ramai berani mendengarnya selepas mengetahui ‘sumpahannya’.

Petikan: Berita Minggu
Misteri: Lagu maut
Oleh Hazirah Che Sab
2010/06/06


Saya telah mendengar lagu ini iatu versi asal*** Gloomy Sunday***

r e z s ő s e r e s s l y r i c s

Ősz van és peregnek a sárgult levelek
Meghalt a földön az emberi szeretet
Bánatos könnyekkel zokog az öszi szél
Szívem már új tavaszt nem vár és nem remél
Hiába sírok és hiába szenvedek
Szívtelen rosszak és kapzsik az emberek...

Meghalt a szeretet!

Vége a világnak, vége a reménynek
Városok pusztulnak, srapnelek zenélnek
Emberek vérétől piros a tarka rét
Halottak fekszenek az úton szerteszét
Még egyszer elmondom csendben az imámat:
Uram, az emberek gyarlók és hibáznak...

Vége a világnak!

LITERAL ENGLISH TRANSLATION:

It is autumn and the leaves are falling
All love has died on earth
The wind is weeping with sorrowful tears
My heart will never hope for a new spring again
My tears and my sorrows are all in vain
People are heartless, greedy and wicked...

Love has died!

The world has come to its end, hope has ceased to have a meaning
Cities are being wiped out, shrapnel is making music
Meadows are coloured red with human blood
There are dead people on the streets everywhere
I will say another quiet prayer:
People are sinners, Lord, they make mistakes...

The world has ended!

Juga versi baru nyanyian Sarah Brightman ***Gloomy Sunday***


Sunday is Gloomy,
My hours are slumberless,
Dearest, the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you

Not where the black coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you
Gloomy Sunday

Sunday is gloomy
with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there'll be flowers and prayers that are sad,
I know, let them not weep,
Let them know that I'm glad to go

Death is n. o dream,
For in death I'm caressing you
With the last breath of my soul I'll be blessing you
Gloomy Sunday

Dreaming
I was only dreaming
I wake and I find you
Asleep in the deep of
My heart
Dear

Darling I hope that my dream never haunted you
My heart is telling you how much I wanted you
Gloomy Sunday

Lagunya memang agak sedih dan lirih dengan lirik yang juga sedikit menggugah
perasaan. Namun tidak pula muncul ketakutan, keseraman atau naluri ingin membunuh diri. Barangkali sumpahannya sudah berakhir :)

Walau apapun alasannya, saya yakin keimanan dan kekuatan hati melalui segala
ranjau, kekecewaan dan kesedihan hati adalah benteng yang amat kental sekali.
Lagu sekadar unsur sampingan yang mendorong kepada roh yang kosong pengisiannya bergentayangan mencari jalan pintas untuk segera mengakhiri segala kesakitan dan penderitaan perasaan yang tidak tertahankan secara songsang yang dijampi syaitan. Jadi...usah salahkan lagu! Perteguhkanlah keimanan kita dulu.

Isnin, Mac 07, 2011

Rindu...

Saya merindui halaman ini. Merindui aroma rumput basah serta riang kicau burung di pagi hari. Merindui wangi asap daripada nyalaan perlahan api lembut yang membakar dedaun kering di petang hari...

Ahad, Mac 06, 2011

Berjalan Di Hutan Cemara

Berjalan di hutan cemara
Langkahku terasa kecil dan lelah
Makin dalam lagi
Ku ditelan fatamorgana

Tebing tanah basah di pinggir jalan setapal
Seperti garis wajahmu
Teduh dan kasih
Makin dalam lagi
Ku dicengkam kerinduan

Kabut putih melintas di jalanku
Jarak pandangku dua langkah ke depan
Ada seberkas cahaya
Menembus rimbun dedaunan
Sanggupkah menerangi jalanku

Dan aku berharap
Kapankah kiranya
Sampai di puncak sana
Aku kan bertanya siapa diriku?
Aku kan bertanya siapakah Kamu?
Aku kan bertanya siapa mereka?
Aku kan bertanya siapa kita?

Lagu & Lirik: Ebiet G Ade

Khamis, Februari 24, 2011

???????


Saya ingatkan persoalan itu, perkara itu tidak akan berbangkit lagi dalam kehidupan saya. Sudah berulangkali saya  menjelaskan pendirian saya. Mengapa kalian tidak pernah mahu mengerti? Mengapa kalian masih tidak memahami perasaan saya? Kalian tidak akan berhenti mendesak dalam bauran pujuk itu supaya saya berkata YA bukan? Tidak tahukah bahawa perkara yang kalian bangkitkan itu amat melukakan hati saya?

Alasannya kerana mahu melihat saya bahagia. Tapi adakah kalian pasti  bahawa  YA itu akan membahagiakan saya? Bagaimana saya mampu bahagia kalau perkataan YA itu datangnya dari kalian bukannya dari hati saya? Kalian sebenarnya tidak faham apa ertinya kebahagiaan  kepada saya. Kerana erti bahagia bagi kalian dan saya amat berbeza. Kebahagiaan itu adalah rasa yang wujud di hati... rasa yang tenang dan mendamaikan. Pada saya erti bahagia bukan pada material, bukan sesuatu yang hanya boleh di lihat atau disentuh semata-mata. Kenapa anda suka melihat saya dengan rasa kasihan? Saya tidak perlu dikasihani. Saya telah melalui tempoh waktu yang amat perit dalam kehidupan saya... saya telah melewatinya... saya telah redha dengannya dan sekarang saya telah menemui kedamaian dalam jiwa saya. Jangan pandai-pandai membuat andaian bahawa saya seorang insan yang malang dan kesepian. Saya bukan!

Jadi, biarlah saya menikmati sisa-sisa hari dalam kehidupan saya dengan aman. Usah kucar-kacirkan ketenangan saya. Saya telah memberi dan berkorban untuk segala yang patut saya beri dan korbankan. Sekarang berikanlah saya ruang untuk  meneruskan kehidupan saya dalam acuan yang saya suka. Saya bukan budak kecil yang perlu diatur. Saya sudah terlalu dewasa untuk memilih di mana saya akan berada apabila usia emas menjengah pintu usia saya. Usah bimbang...insyaallah saya tidak akan menyusahkan kalian, jika itulah sebenarnya yang kalian risaukan.

Biarkanlah saya dengan kebahagiaan dan ketenangan saya sekarang. Usah terlalu pasti bahawa kalian amat faham dan amat bersimpati padahal kalian sebenarnya sedang merosakkan pengertian kalian, sedang memporak perandakan kedamaian saya. Jadi sekali lagi saya meminta...tolonglah  jangan kacau bilaukan perasaan saya. Tahukah? Kalian telah membuat saya marah!

Catatan: Saya menggantungkan seluruh kehidupan dan harapan saya kepada Allah...bukan kepada manusia!

Selasa, Februari 22, 2011

Sudirman Setelah 19 tahun Pemergiannya...

"Saya berpegang pada nasihat arwah ayah saya. Kalau saya mahu menjadi penghibur yang baik, saya harus jauhkan diri daripada empat perkara iaitu politik, seks, dadah dan isu agama," - Sudirman.

Pertamanya Al-Fatehah untuk Allayarham Sudirman Hj Arshad. Diam tak diam hari ini genap sembilan belas tahun beliau meninggalkan kita(25 May 1954-22 Februari 1992). Sebagai individu yang membesar pada zaman kegemilangannya, lagu-lagu Sudirman adalah makanan jiwa saya.

Bermula dengan album pertamanya yang berjudul Teriring Doa yang diterbitkan pada tahun 1977 sehinggalah album terakhirnya Setelah Kau Tiada.Lagu-lagunya sentiasa menjadi lagu malar segar yang tidak pernah jemu mendengarkannya.

Sehingga kini Sudirman tiada pengganti. Seorang seniman rakyat yang begitu komited dalam seni yang diceburinya, seorang patriotik yang menjadi kesayangan segenap lapisan masyarakat di Malaysia.Disebalik segala spekulasi tentang kematiannya, pada andaian peribadi saya...merana kehilangan insan yang dicintai itulah sebenarnya yang telah membuat dia bekerja keras sehingga lupa pada kesihatan diri. Perpisahan dengan isteri yang amat dicintainya itu meninggalkan kesan yang amat mendalam dalam hidupnya.Menurut
cerita penulis Habsah Hassan, Sudirman tidak mampu 'let go' segala perasaannya terhadap bekas isterinya. Dia terlalu berpegang pada kesetiaannya.

Disebaliknya sikapnya yang periang, suka bergurau dan mengusik teman-temannya, jauh di sudut hati dia sensgsara menahan kerinduan. Pada setiap alunan dan lirik lagunya menggambarkan segala-galanya. Lagunya adalah ibarat gambaran kehidupannya. Dia menggembirakan semua orang, menghiburkan mereka dengan lagu-lagunya sedangkan hatinya sendiri hancur luluh kesepian.

Bagi saya, Sudirman menyalurkan kekecewaan dalam kehidupannya secara bijaksana. Dia tidak menjadikan dadah sebagai pelarian kehampaannya. Dia meluahkan segala-galanya dalam lagu-lagu nyanyiannya. Dia bekerja keras untuk lebih berjaya dalam kariernya. Buktinya sehingga kini Sudirman berada pada kelasnya tersendiri tanpa sesiapa mampu mengganggu gugat.

Beliau merupakan penyanyi yang berani membuat penampilan berbeza disegi fesyen juga tema lagu. Baik budak sekolah, pengganggur, rakyat marhaen sehinggalah ke rakyat kelas atasan tertawan pada karismanya. Samada disedari atau tidak, ada diantara lagu-lagunya mengena pada diri peribadi para pendengar
yang membuat kita tersenyum sendiri. Siapa yang pernah membuat konsert terbuka yang dihadiri seramai 100,000 daripada pelbagai lapisan masyarakat  kalau bukan dia? Chow Kit Road menjadi saksi sejarah
kegemilangannya!

Allahyarham merupakan seorang yang serba- boleh. Kebolehan bukan setakat  menyanyi tetapi juga menulis dan melukis komik. Genre nyanyiannya bukan hanya pop tetapi mencakupi irama asli juga patriotik. Album Melayu Deli membuktikan kecintaannya pada keaslian budaya bangsa. Manakala album Warisan bukti pada
kesetiaan  dan  cintanya dia pada tanah kelahirannya. Betapa dia begitu menghargai pejuang-pejuang kemerdekaan dan berbangga menjadi rakyat bumi bertuah ini.

Begitulah sudirman...menyedari suaranya tidaklah sehebat mana. Rupanya tidaklah sekacak mana..hanya anak muda kecil molek yang mempunyai keazaman untuk menjadi 'seseorang'. Keazaman untuk menjadi manusia hebat dan terpandang. Seorang jejaka sederhana yang amat menghargai cinta pertama dan terakhirnya yang rupawan dan menjadi rebutan. Betapa bahagianya dia apabila cinta berbalas, menjadi pilihan antara ribuan kumbang. Milik siapakah gadis ini gambaran suara hati pada gadis yang berjaya menambat hatinya. Allahyarham menikahi gadis pujaan hatinya yang dikenali sejak zaman persekolahan lagi pada pada 14 Februari 1981 selepas beliau menamatkan pengajiannya di Universiti Malaya.

Namun takdir Tuhan siapa yang mampu menduga. Cinta suci tidak mampuenahan ganasnya ombak samudera. Kebahagiaan mahligai cinta yang dibina hanya mampu bertahan selama tiga tahun. Ia berakhir dengan perceraian pada 25 Mei 1984. Pasangan ini tidak mempunyai anak.

Ketika menulis dalam majalah hiburan yang beliau sebagai penulis jemputan, allahyarham pernah menyatakan dua perkara yang amat memilukan hatinya. Pertama, kehilangan ibu pada usia yang sangat muda. Keduanya, perkahwinannya yang gagal. Allahyarham merakam kedukaannya serta pahit getir perceraian menerusi lagunya Terasing dan Merisik Khabar, malah beliau turut mencipta lagu Setiamu Tiada Lagi dendangan Ibnor Riza.

Terasing

Kegelisahan didalam kedinginan
Meniti sepi keseorangan
Sebuah kematian yang tiada bernisan
Sendu mengiringi perpisahan

Ruang nan luas diri bergerak bebas
Namun keupayaanku terbatas
Segala mimpi menjadi api
Perit membakar diri

Sebuah cinta dan harapan
Menjadi debu berterbangan
Tersekat nafasku kabur pandangan mataku
Amat tersiksa diriku
Kerana kehilanganmu

Oh mengapakah terus mengharap menanti
Walau cukup kusedari
Kau tak kan kembali

Pemergianku mengisi permintaan
Biarpun dikau masih kuperlukan
Kita dikatakan pasangan bahagia
Kini terasing luka

Jauh di sudut hati

Sayang
Kubawa jauh rinduku
Kerna aku telah tahu
Kau bukan milikku

Sayang
Sesunguhnya bukan mudah
Menjalani hidup ini
Tanpa kau di sisi

Jauh disudut hati
Aku masih bermimpi
Mimpi yang indah
Esok kau kembali

Jauh di sudut hati
Ada waktu-waktunya
Aku berdoa
Kau pulang semula

Sayang
Biar ku mengingatimu
Biar kugantung harapan
Hingga sampai waktu
Nafas terakhirku

Merisik Khabar

Terkapar-kapar ku kelemasan
Sakit dilambung ombak kerinduan
Di dalam tidur di dalam jaga
Diburu oleh mimpi yang serupa
Mengapa aku jadi tak menentu
Keranamu...

Ku menyusuri jalan berliku
Membiarkan hari-hari berlalu
Tiada salam tiada pesan
Memaksa diri untuk melupakan
Namun wajahmu bermain di mata ku
Tiap waktu...

( korus )
Malam ku suram, siang ku kelam
Ku kegelisahan, mencari-cari
Kemana pergi, harga diri ini
Bertanyakan berita, merisik khabar
Mendengar cerita, melaluinya
Kau kuhampiri, tiap hari
Bersama luka dihati

Begitulah...perjalanan kehidupan gemilang seorang lelaki bernama Sudirman Haji Arshad. Kita terhibur dengan setiap persembahan dan nyanyiannya tetapi 'hujan bersama airmata' adalah teman hayatnya.

"Adik ketawa di Rantau Abang,
penyu menangis siapalah yang tahu?
Sesak nafasnya sesak
(Tak tahu adik tak tahu)
Sebak dadanya sebak
(Tak tahu adik tak tahu)
Bengkak jantungnya bengkak
(Tak tahu adik tak tahu)
Retak hatinya retak
(Tak tahu adik tak tahu)"

Selepas 19 tahun...Sudirman dan lagu-lagunya masih segar seperti baru semalam dia pergi. Pemergiaan tanpa ucapan selamat tinggal namun sempat meruntun hati setiap daripada kita dengan lagu Salam Terakhirnya. Allahyarham meninggal dunia akibat penyakit radang paru-paru pada usia 37 tahun.

Salam Terakhir

Sampaikan salam buat semua
Salam terakhir salam teristimewa
Kepada kau yang tersayang
Pada teman yang ku kenang
Pemergian ku ini tak dirancang

Usah bertanya mengapa aku
Mengucap salam terakhir kepada mu
Kerna waktu berputaran
Bimbang tak berkesempatan
Melahirkan kerinduan terhadapmu

Demi sebuah kenyataan
Yang amat menyakitkan
Aku yang tidak berdaya
Hanya berserah padaNya

Salam akhir
Salam yang teristimewa
KepadaNya ku memohon keampunan
MelaluiNya ku beri kemaafan
Kepadamu

Andainya aku punya waktu
Masih ku ingin mengulangi semula
Saat indah bersama mu
Sayang tak berkesempatan
Abadikan saja salam ku di ingatan

Salam ku yang terakhir 

http://ms.wikipedia.org/wiki/Sudirman_Haji_Arshad


Catatan: Semoga Allah menyediakan tempat yang baik untuk allahyarham di alam sana. Doa dan kasih sayang untuk seorang seniman rakyat bernama Sudirman Haji Arshad. Anda akan sentiasa harum dalam kenangan. Al Fatehah.

Sabtu, Februari 19, 2011

Adakah anda seorang narsisis?


Saya memerhatikan tingkah laku seseorang sejak sekian lama. Makin lama semakin hampir dengan sikap Narsisis. Dia menjadikan saya semakin faham dan mengerti sifat seorang Narsisis.

Mungkin ada yang tertanya-tanya apakah narsisis itu kan?

Narsisme atau Narsisis adalah berkaitan dengan perilaku atau sikap mencintai, memperhati atau mengkagumi diri sendiri secara berlebihan.

Asal-usul Narsisis: Perkataan narsisis diambil sempena nama seorang pemburu bernama Narsisis dalam kisah dongeng masyarakat Yunani. Narsisis adalah seorang pemuda yang tampan. Malangnya ketampanannya itu  seiringan dengan sikapnya yang  begitu ego dan angkuh. Dia  merasakan dirinya cukup hebat dan sempurna lalu menolak hasrat setiap gadis yang jatuh  cinta  kepadanya dengan alasan mereka tidak sepadan dengannya.

Salah seorang gadis yang mabuk kepayang terhadapnya ialah temannya, dewi Gema (Echo). Gema adalah putri dari kayangan. Orangnya cantik, tetapi dia tidak normal dalam berbicara. Gema tidak mampu berbicara
dengan kalimatnya sendiri, tetapi hanya mampu mengucapkan kata-kata yang baru didengarnya dari orang lain. ketika Narsisis bertanya, “bagaimana kabarmu?”, Gema menjawab, “kabarmuuuuuuuu……”. “kamu dari mana?”, Gema menjawab, ”darimanaaaa….”.

Oleh kerana  komunikasi antara Narsisis dan Gema ini tidak lancar maka cinta Gema tidak kesampaian. Cintanya tidak didengar oleh Narsisis, dan iapun kecewa. Gema bersedih dan menangis. Air matanya menitis begitu banyak sampai akhirnya menenggelamkan tubuh Gema. Kononnya sebab itulah sampai saat ini kita hanya dapat mendengar suara Gema, tetapi wujudnya tidak dapat kita melihat.

*Pada versi yang lain pula mengatakan Gema telah secara rahsia mengekori Narsisis berburu di hutan. Apabila mendengar langkah orang mengekorinya, Narsisis berteriak, "Siapa itu?. " Gema menjawab dengan
teriakan yang sama. Begitulah seterusnya sehingga akhirnya Gema  muncul menampakkan dirinya  lalu terus memeluk Narsisis, pemuda yang amat dicintainya itu. Narsis terkejut lalu cuba melepaskan diri. Dia lalu
mengusir Gema dari situ.

Gema amat sedih dan patah hati. Kerana rasa malu dan terhina, dia meminta bantuan daripada Nemessis, dewi pembalas dendam. Nemessis mengabulkan doa dan permintaan Gema lalu menurunkan kutukan
kepada Narsis supaya jatuh cinta kepada dirinya sendiri seumur hidupnya.*

Pada suatu ketika Narsisis sedang duduk-duduk ditepi kolam yang airnya bening. Dari tepi kolam itu, dia melihat pantulan wajahnya pada air jernih dan melihat betapa tampannya dirinya. Kerana bayangan wajahnya yang begitu mempesona, Narsis akhirnya jatuh cinta dengan bayangan dalam kolam itu. Narsis jatuh cinta dengan dirinya sendiri!

Setelah beberapa lama, pada suatu ketika Narsisis berjalan-jalan di tengah hutan. Ditempat itu dia merasakan rindu dengan pemuda yang selalu dilihatnya di dalam kolam. Sampailah dia di tepi kolam yang airnya
tenang. Di sekelilingnya dikelilingi banyak pohon cemara. Apabila memandang ke kolam  dia terpegun. Ditatapnya wajah yang begitu tampan didalam kolam itu. Narsisis berlutut dan ingin menyentuh wajah
itu. Namun ketika wajah itu disentuh, berubahlah wajah itu menjadi riak-riak kecil air. Ditunggulah beberapa saat sampai air itu kembali tenang. Disentuhlah lagi wajah itu, dan kembali pula berubah menjadi riak air.
Narsisis terus menunggu ditepi kolam itu. Dia terus merindukan pemuda dalam kolam itu. Perasaan itu begitu menyiksa. Bertanyalah ia kepada pohon cemara, “Pohon Cemara, apakah engkau pernah merasakan
kerinduan seperti ini?. Narsisis terus merenungi bayangan wajahnya itu dengan penuh cinta dan kerinduan.

Beberapa hari berlalu Narsisis akhirnya menyedari bahawa wajah itu adalah wajahnya. Apa yang dia inginkan sudah dia punyai. Apa yang dia rindukan sudah didapatkan. Dia menyedari dan mulai belajar mencintai orang lain. Begitu perasaan itu datang, tiba-tiba Narsisis merasakan seluruh tubuhnya terasa hangat. Kulitnya memancarkan cahaya yang lembut. Api cinta telah menyala dalam diri Narsisis. Api itu telah
membakar dan meluluhkan hati Narsisis yang selama ini membeku. Hati itu telah mencair.

Setekah sekian lama Narsis tidak muncul, teman-teman Narsisis mencarinya di tepi kolam itu. Tetapi mereka tidak menemukannya. Mereka hanya menemui sekuntum bunga berbentuk terompet yang pada bahagian tengahnya berwarna kuning, kelopak bunga dibahagian pinggirnya berwarna putih lembut. Teman-temannya yakin itu adalah Narsisis, yang tubuhnya telah berubah menjadi bunga. Lalu bunga itu dinamakan Narsisis (bunga bakung).

*Pada versi lain pula mengatakan bahawa Narsisi berputus asa kerana tidak dapat mampu memiliki bayangan dirinya itu  lalu membunuh diri. Sudah namanya dongeng tentu ada saja versi berbeza.*

Apa kaitannya narsisis dengan sikap manusia? Orang yang dikatakan

narsisis itu ialah;.

* Individu yang begitu mencintai dirinya sendiri. Sukar mencintai dan menerima cinta orang lain.

*  Hanya mahu pendapatnya diterima, sukar menerima pendapat orang  lain .

*  Tidak sensitif iaitu tidak mampu merasakan atau mengerti perasaan  orang lain. Dalam erti kata lain tidak peduli perasaan orang lain.

*  Melihat segala sesuatu daripada sudut pandangannya sendiri, tidak mengira benar atau salah. Tidak cuba melihat daripada sudut  pandangan orang lain.

*  Sukar mempercayai orang lain.

Dalam psikologi dan psikiatri, narsisisme berlebihan diperakui sebagai satu disfungsi personaliti atau gangguan personaliti yang teruk. Terma-terma narsisisme, narsisistik  dan narsisistik (orang yang cinta diri) kerap kali digunakan sebagai pejoratives (pernyataan atau perkataan merendah-rendahkan atau memperkecil-kecilkan), mewakili kesombongan, keakuan, keegoan atau mudah mementingkan diri sendiri. Juga merujuk kepada kumpulan sosial, yang adakalanya digunakan untuk mewakili  elitisme atau sikap tidak peduli yang menyedihkan pada yang lain.

Sigmund Freud mempercayai bahawa  sebahagian daripada narsisisme adalah memainkan peranan penting kepada kita semua dari kelahiran kita. Dialah yang pertama menggunakan terma ini untuk  rujukan  psikologi.

Andrew Morrison mendakwa bahawa, bagi orang-orang dewasa, jumlah  sikap narsisisme sihat  yang munasabah membolehkan persepsi setiap individu terhadap keperluan atau kehendaknya seimbang dengan perhubungan atau pergaulannya dengan orang lain.

Kesimpulannya, narsisis lebih kepada arah yang negatif. Bangga diri yang berlebihan,  menganggap diri paling cantik, paling kacak, paling hebat. Terlalu kagum pada  diri sendiri. Memandang remeh dan rendah kepada orang lain. Pendek kata, apapun yang berlebihan itu biasanya tidak akan membawa kepada kebaikan. Dalam psikologi modern, mereka digolongkan sebagai pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Namun pada level tertentu, narsisme tetap diperlukan bagi menciptakan rasa percaya diri.  Narsisme yang sederhana tentunya.

Tambahan:

Munculnya  pelbagai jaringan sosial terutamanya Facebook seolah-olah menghidupkan semula "gen-gen" narsisme dalam diri manusia. Hasil penelitian yang disiarkan dalam jurnal “Cyberpsychology, Behaviour and Social Networking” seperti dikutip The Daily Mail September lalu mengungkapkan bahwa menggunakan Facebook (FB) seperti memandang diri sendiri pada cermin. Para ilmuwan mengatakan, mereka yang menghabiskan waktu memperbarui profilnya di Facebook kemungkinan besar adalah para narsisis.

Ada facebooker yang asal saja ada kesempatan akan meng-update statusnya atau menukarkan ganti foto profilnya. Status yang ditulisnya selalunya hanyalah hal-hal remeh-temeh yang langsung tidak penting  buat orang lain. Amalan  ini dilakukannya bila-bila masa tidak kira dimana saja. Pokoknya, segala hal yang dia rasa perlu diberitahu, terus dituliskan pada  status FB-nya. Entah karena nalurinya sebagai pemberita  atau hanya karena takut info yang didapatnya sudah didahului  oleh yang lain. Cuma satu yang ada di pikirannya: statusnya harus “deadline every minute”. Harapannya, halaman dindingnya akan dapat banyak komen  oleh rakan-rakannnya.

Namun ada sesuatu yang anda perlu tahu. Untuk peringatan bagi mereka yang kemaruk meng-update statusnya, anda tentu terkejut: Seseorang yang sangat bergantung pada FB cenderung tidak mempunyai teman lagi di dunia maya. Kenapa begitu?

Kerana rakan-rakannya mulai merasa kurang senang dan bosan dengan statusnya yang terus diupdate setiap waktu. Mereka cenderung tidak  lagi mempedulikan status si penagih FB, bahkan akan segera menghapusnya dari daftar rakan.

Fakta itu berasal dari Denver Business School, Universitas Colorado AS, yang melakukan penelitian terhadap para pengguna FB. Christopher Siboa, seorang peneliti dari universiti itu, menganalisa sekitar 1500 akaun FB hanya untuk mengetahui apa alasan utama orang tidak mahu berteman lagi dalam jejaring sosial itu.

Hasilnya menunjukkan, sebahagian orang bosan berteman dalam FB disebabkan sangat bosan  membaca status  tidak penting yang ditulis seseorang  di halaman profil-nya. Hal-hal “remeh-temeh” yang menjemukan itu misalnya soal “menu sarapan”, “perjalanan ke pejabat”, atau soal gosip murahan.

Khamis, Februari 17, 2011

Pak Lah dan Interlok

Sudah lama saya ingin menulis tentang isu ini. Setelah melewati tempoh kekecewaan yang panjang, baru hari ini saya ada 'mood' untuk menulisnya. Bagaimana kita boleh membiarkan karya seorang sasterawan negara diperkotak-katikkan begitu? Mengapa kita harus melayan kerenah segolongan minoriti 'sengal' yang tidak mahu atau sengaja tidak mahu menerima hakikat kelemahan bangsanya sendiri? Saya tidak berniat untuk menimbulkan soal perkauman. Tetapi berapa banyak tulisan yang menyiarkan tentang keburukan dan kelemahan orang Melayu? Namun kita tidak pernah melatah.Tidak pernah sampai menghina penulisnya sehingga membakar karya-karya mereka.

Mengapa kita perlu mempertimbangkan semula interlok di 'perbetulkan' teksnya? Mengapa kita harus membuang masa dan wang ringgit untuk menulis semula 'sejarah'. Adakah penulisan tentang kebenaran mahu kita palsukan semata-mata untuk memuaskan hati segolongan orang yang lemah semangat kenegaraannya? Jikalau masing-masing berani bercermin dan menerima kelebihan dan kelemahan masing-masing, tentu situasi ini tidak akan berlaku.Selepas empat puluh tahun, mengapa baru hari ini novel ini dipertikaikan?

Kita ini sentiasa saja berlembut, sentiasa saya bertolak ansur, sentiasa saja sedia melayan kerenah yang kadang-kadang tidak patut dilayan dan memualkan! Kalaulah ada ketegasan, isu ini pasti segera dapat dimatikan. Interlok adalah sebuah karya besar. Mana mungkin sebuah karya besar boleh diubah dan dirombak semata-mata untuk memuaskan hati segelintir pihak! Mengarut!

Setiap bangsa memiliki sejarah tersendiri. Susur-galur hakikat kehidupan pahit manisnya yang harus kita telan. Mahu atau tidak kita harus mengakuinya sekaligus merubah sikap dan pemikiran secara bijaksana supaya tidak lagi dipandang rendah atau sendiri yang perasan rendah diri dan terhina. Semua bangsa ada kelemahan. Mengapa beberapa perenggan yang pedih bagi segolongan masyarakat itu harus diambil kira daripada keseluruhan buku yang merangkumi isu sejagad?

Pak Lah, sasterawan yang begitu lembut, tenang, jujur dan bibirnya sentiasa tersenyum. Saya amat saya menghormati beliau. Walau sudah lama tidak bertemu dengan beliau, saya masih ingat dengan jelas wajahnya yang ada mirip-mirip wajah arwah bapa saya. Sentiasa berbicara dengan nada rendah dan lembut.

Saya tetap menghormati dan menyayangi beliau sama seperti dulu Seorang sasterawan yang begitu sederhana penampilannya. Sempurna sikap kebapaannya. Tidak pernah jemu mendidik ribuan penulis muda dengan ilmu serta pengalamannya yang seluas samudera. Terima kasih Pak Lah kerana mengajar tentang keikhlasan berkarya. Semoga Allah sentiasa memberkati kehidupan bapak.

themalaysianinsider

Din Merican: the Malaysian DJ Blogger


Catitan: Alangkah cetek dan hodohnya perilaku individu yang mempolitikkan sebuah karya besar untuk kepentingan diri!

Isnin, Februari 14, 2011

Salam Maulidur Rasul

Ya Allah...kurniakanlah kepadaku rasa cinta yang besar terhadapMu juga rasa kasih yang mendalam terhadap junjunganku Nabi Muhammad S.A.W melebihi cinta kasihku kepada insan lain. Mudah-mudahan Engkau berbelas kasihan terhadapku lalu mengizinkan kekasihMu itu mengurniakan syafaatnya kepadaku di akhirat nanti...

Catatan: Semoga Rasulullah S.A.w akan terus menjadi idola kepada seluruh umat manusia dan dunia Islam khususnya.

Sabtu, Februari 12, 2011

Wahai Para Kekasih Katakan Tidak Pada Valentine's Day

Sejarah Valentine's Day aka Hari Kekasih:

Hari Kekasih adalah budaya untuk memperingati kematian tragis Paderi, St Valentine yang dibunuh pada tanggal 14 Februari 270M. St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, pengertiannya menjadi semakin jauh dari erti yang sebenar. Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal hari Valentine sebagai hari menghargai kekasih duniawi mereka. Hari untuk saling bertukar kad ucapan,saling memberi dan menerima hadiah dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Anak-anak muda kita pula tanpa usul periksa terus terikut-ikut dengan budaya ini tanpa mengkaji asal usulnya yang ternyata tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat yang bertopengkan kesetiaan percintaan, perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM:

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang mendorong/mengikut kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.

2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Sumber: http://tanbihul_ghafilin.tripod.com

Catatan: Wahai para kekasih...semoga terus bijaksana meraikan cinta...mana yang benar mana yang dusta...

Rabu, Februari 09, 2011

Menyayangi...mencintai...memiliki...


Saya tidak tahu mengapa saya memilih menulis tentang topik ini hari ini. Sebenarnya terlalu banyak perkara yang berlegar di fikiran saya yang setiap satunya agak sukar untuk diperjelaskan dengan kata-kata. Ada orang mengatakan, menyayangi dan mencintai adalah dua keadaan yang berbeza. Kita boleh menyayangi sesiapa saja yang hati kita terpaut atau berkenan untuk menyayangi. Menyayangi keluarga, kawan-kawan, sahabat, handai taulan atau seumpamanya. Tetapi  mencintai... Adakah benar  mencintai adalah untuk seterusnya kita memiliki seseorang itu sebagai hak milik kita peribadi? 

Tentu ramai yang akan berkata, sudah tentu! Saya cintakan dia, dia cintakan saya...kami saling mencintai, saling memiliki...orang lain tolak tepi! Menolak semua orang meskipun orang itu adalah orang-orang budiman yang suatu ketika dahulu pernah kita menyandarkan harapan dan tangisan? Tentang menolak orang disekeliling, saya banyak berkongsi pengalaman itu dengan dan daripada rakan-rakan atau lebih tepat anak-anak.

Seorang gadis bercerita kepada saya, bagaimana seorang rakan karib yang telah menjadi sahabatnya sejak bertahun-tahun. Tidur sebantal, makan sepinggan, sebungkus megi berkongsi berdua, susah senang bersama mengharungi kehidupan di perantauan, akhirnya diketepikan oleh sahabatnya yang sedang ligat bercinta. Alasan sahabatnya, teman lelakinya itu tidak suka dia berkawan dengannya.  Maka luka parah hati sang sahabat yang selama ini akrab bagai isi dengan kuku padahal mereka pernah  mengisytiharkan bahawa mereka adalah sahabat dan adik beradik dunia akhirat.

Dalam kes yang lain pula, seorang sahabat yang tinggal agak berjauhan tidak putus bersms hampir setiap hari. Menjadi biro pengaduan ketika duka, menjadi tempat meminjam wang ketika tiada, menjadi teman bercanda gurau ketika sunyi tiba-tiba menyepikan diri. Sang sahabat menyangka sahabatnya sibuk dengan pekerjaannya.  Hari, minggu serta bulan berlalu. Setelah hampir tiga bulan, sahabatnya itu muncul dengan sms kedukaan menghabarkan bahawa dia telah ditipu oleh kekasihnya yang baru saja meninggalkannya. Sahabat menjadi terkedu. Saya tidak tahu ketika bila dia bercinta, tup tup sudah putus dan tertipu pula?

Begitulah! Mengapa terjadi begitu? Salah satunya tidak mahu diganggu, tentunya! Selain daripada itu? Bukankah sahabat merupakan cermin bagi sahabatnya? Sahabat yang baik akan sentiasa prihatin memerhati perkembangan hubungan sahabatnya. Orang yang sedang mabuk bercinta selalunya jarang memikirkan segala kemungkinan buruk. Mata dan hatinya hanya melihat segala yang indah, meremehkan segala yang cela yang ada pada pasangannya. Kalau tidak percaya, cubalah anda mengkritik teman lelaki atau wanita sahabat anda. Lihat reaksi pertamanya. Silap-silap haribulan anda dijegil bagai hendak ditelannya!

Kita sering asyik, tenggelam dan leka  meraikan cinta baru yang hadir dalam kehidupan kita. Kita mengimpikan kebahagiaan dan perhubungan yang berkekalan. Tetapi pernahkah kita berfikir tentang 'cinta lama' yang perlahan-lahan kita menguburkan? Kita berasa begitu menderita akibat cinta yang tidak kesampaian. Harus melalui pengalaman yang sama berulang-ulang. Bagaimana pula dengan cinta lama yang kita tinggalkan? Kalau cinta yang berakhir dengan kepahitan...sungguh! Memang wajar kita melupakan. Bagaimana pula dengan cinta yang berakhir tanpa kepastian? Yang ditinggalkan tanpa kepastian atau harapan, alih-alih anda memilih yang lain? Alangkah baiknya memberikan kata-kata pasti daripada membiarkan orang berteka-teki tentang hati dan perasaan kita. Sayang kata sayang, benci katalah benci! Terluka cara demikian tidaklah seperit luka kerana berdiam.

Walau apapun...usahlah sampai kita menjadi taksub kepada cinta. Cinta memang membahagiakan tetapi ia dan dia bukanlah segala-galanya dalam hidup kita. Kita masih mempunyai kehidupan yang lain. Usah kita menyempitkan definasi cinta yang sepatutnya luas tidak bertepi itu sehingga menafikan hak-hak insan lain yang juga berhak mendapat perhatian kita. Hak keluarga, hak saudara mara, hak sahabat serta hak masyarakat terhadap kita. Lebih-lebih lagi hak Allah. Jangan sampai cinta membutakan kita sehingga kita gagal menilai antara keinginan dan kepentingan.

Manusia lazimnya terlalu ghairah dan megah dengan percintaan mereka. Terlalu meng'agung'kan cinta yang sering membawa mereka tersasar daripada matlamat cinta yang sebenar. Terlalu kurang cinta didasari rasa penghormatan yang tinggi. Terlalu sedikit cinta yang tidak didorongi nafsu ingin 'memiliki' sebelum waktunya.
Makanya terjadilah 'keterlanjuran' dalam perhubungan. Selalunya keterlanjuran yang sengaja diundang.

Bagi seorang lelaki yang mempuyai rasa cinta sepenuhnya pada seorang wanita, mereka seharusnya menjaga serta menghormati wanita tersebut dengan sewajarnya. Memperlakukan wanita itu dengan elok sebagaimana mereka mahu lelaki lain memperlakukan adik-adik, kakak serta saudara-saudara perempuan mereka dengan elok. Menjaga maruah perhubungan supaya tidak dilatari angan-angan atau bayangan-bayangan nakal yang pastinya akan mencemarkan akal dan fikiran.

Bagi perempuan pula, bijaksanalah menjaga maruah anda. Usah jadikan status kekasih atau tunangan itu sebagai tiket untuk  menghalalkan diri untuk dicuit atau mencuit, untuk dipegang atau memegang, untuk dibelai atau membelai. Matlamat tidak pernah membenarkan cara. Matlamat perhubungan untuk perkahwinan bukan satu kepastian bagi anda menghalalkan segalanya. Jika perhubungan terkandas dipertengahan manakala pula  maruah sudah tergadai, sesal kemudian sudah tidak berguna.

Oleh itu dalam setiap perhubungan cinta, sentiasa menjadikan iman dan agama serta rasa hormat itu sebagai perisai dalam perhubungan itu. Usah jadikan ia perkara remeh. Alaaa...dia tunang aku, apa salahnya dia cium aku? Dia boyfriend aku apa salahnya aku pegang tangan dia? Kolot sangat, pegang pun tak boleh! Alim sangat! Macam bagus!  Cemburulah tu! Itulah ayat-ayat lazim yang selalu kita mendengar.  Tapi bagaimana bila suatu hari nanti hal yang sama terjadi kepada anak cucu kita? Sanggupkah kita melihat mereka memperlakukan atau diperlakukan sedemikian rupa? Sejarah sentiasa berulang.

Jadinya anak-anakku...rasionallah apabila bercinta. Sebagai manusia yang beragama dan berbudaya, jagalah tatasusila ketika bercinta. Usah malu dikatakan kolot, Usah risau dilabelkan ketinggalan zaman. Jika seorang lelaki sanggup meninggalkan anda kerana anda tidak mengizinkan dia mencium pipi anda hatta memegang tangan anda, itu petunjuk pertama bahawa lelaki itu bukanlah seorang yang budiman. Beriman? Nilaikanlah dengan akal waras anda! Tidak perlu menyesal jika lelaki sebegini meninggalkan anda kerana ternyata dia tidak menghormati anda sebagai wanita bukan muhrimnya. Perkasihan dan pertunangan cumalah perjanjian hati...yang mungkin kekal, mungkin berubah mengikut pasang surutnya hati  Maruah anda jauh lebih berharga daripada segalanya. Pilihlah cinta yang membawa kita ke syurga yang sebenar...bukan syurga di dalam fantasi anda semata-mata. Jauhilah pasangan yang memberikan anda isyarat yang salah untuk membuktikan cinta sebelum ijabkabul! Perisai bagi orang beriman adalah maruahnya. Usahlah berbangga berpeleseran dan merengek-rengek dengan pasangan masing-masing tanpa status suami isteri. Jangan sekali-kali bangga menunjukkan betis dan peha kepada yang bukan muhrim. Cantiknya wanita terletak kepada akal, budi bicara dan kebijaksanaannya.

Memiliki? Tiada siapa yang menjadi milik sesiapapun sepenuhnya. Aku milikmu...kamu milikku! Benarkah?  Kerana itu rela menyerahkan segalanya dengan pinta atau tanpa pinta walaupun sebelum waktu halalnya?Usah terlalu yakin! Kepastiannya cuma satu...kita secara totalnya adalah milik Maha Pencipta!

Sabtu, Februari 05, 2011

Pernahkah anda nampak hantu?


Hantu sebenarnya tidak wujud. Itu antara pendapat yang pernah saya dengar dan baca. Dalam Al-Quran juga tidak pernah menceritakan tentang hantu kecuali banyak menyebut tentang betapa angkuh dan kufurnya iblis yang engkar tidak mahu tunduk kepada Nabi Adam apabila diperintahkan oleh Allah. Adakah hantu yang selalu kita sebut itu termasuk dalam golongan iblis? Hanya Allah yang Maha Tahu.

Pernahkah anda berjumpa (terjumpa sebenarnya...siapa yang sengaja nak berjumpa dengan hantu kan?) hantu? Saya? Berapa kali yang benar-benar hantu saya tidak pasti sebab dalam banyak keadaan kita sendiri tidak tahu yang kita nampak itu hantu atau manusia sebenar. Tetapi apa yang pernah saya ingat sepanjang kehidupan ini ada dua kejadian yang masih jelas di ingatan sehingga saat ini. Ianya berlaku lama dulu ketika saya dalam lingkungan usia 8-12 tahun. Saya kurang pasti.

Ketika itu saya dalam perjalanan balik ke rumah daripada rumah nenek saya yang terletak di baruh. Jaraknya tidaklah jauh...tidak sampai 5 minit berjalan kaki. Bolehlah dikatakan sepelaung. Antara rumah saya dan rumah nenek cuma ada denai berjalan kaki yang berbelukar kecil di kiri dan kanannya. Juga terpaksa menempuh sebatang pokok kundang yang bersebelahan pokok rambai. Kemudian ada sebuah tembetung )sebuah parit kecil)yang harus dilalui.Ramai yang cakap tempat itu keras. Bila malam selalu saja ada suara mengilai di atas pokok tersebut. Saya kalau lalu di situ mesti berlari-lari anak atau berjalan laju-laju.

Hendak dijadikan cerita, pada suatu hari selepas zohor seingat saya...saya berjalan pulang seorang diri. Saya berjalan cepat-cepat ketika melewati tempat itu tetapi kemudian terus memperlahankan langkah apabila melihat Acek saya, iaitu adik arwah mak muncul dari arah jalan yang bertentangan. Tentu saja dari rumah saya hendak pulang ke rumah nenek. Waktu itu Acek masih bujang dan tinggal dengan nenek.
Hati saya lega sebab kemunculan Acek telah menghapuskan keseraman saya melalui kawasan itu.

Saya tersenyum kepada Acek yang memakai t'shirt pagoda putih dengan kain pelekat berwarna putih juga yang diikat seperti cara mamak mengikat kain senteng nampak betis. Saya menegur Acek tapi Acek tidak menjawab. Dia hanya memandang sekilas.Matanya merah. Dia terus berjalan berpapasan lalu melewati saya. Saya agak kehairanan lalu berkata dalam hati..."Apa pasal Acek ni? Sombong sangat pulak dia!" Dalam pada itu saya menoleh ke belakang kerana tidak puas hati dengan sikap Acek saya itu. Tapi Acek sudah tidak kelihatan. " Lajunya dia berjalan?" detus hati saya tanpa sebarang rasa curiga atau perasaan takut di hati saya.

Apabila sampai di rumah, Acek baru saja keluar dari pintu rumah hendak balik ke baruh, rumah nenek. Acek bertanya, dari mana? Saya jawab, dari baruh! Acek beredar. Pakaian Axek tidak sama dengan pakaian 'Acek' yang saya temui sebentar tadi. Saya menjadi bertambah hairan. Disebabkan sikap saya yang lurus dan tidak suka berkongsi cerita dengan orang masa itu, saya diamkan saya peristiwa itu. Malah tidak terlintas pula di hati yang saya temui itu adalah hantu. Sehinggalah saya dewasa, apabila saya teringat semula peristiwa itu baru terfikir oleh saya bahawa yang saya temui itu adalah hantu.

Ada satu peristiwa lagi. Ketika saya dalam lingkungan usia yang sama. Waktu itu saya tinggal bersendirian di rumah. Hari sudah hampir senja. Pada masa itu cuaca memang cepat gelap. Pukul enam dah agak gelap. Arwah mak dan apak belum balik dari sawah. Abang-abang juga belum pulang dari bermain. Saya mencuci pinggan di dapur. Sedang leka mencuci pinggan, saya tersedar dan terasa-rasa seperti ada orang memerhati. Saya menoleh. Saya terkejut melihat satu kepala kuda dengan badan yang tersembunyi di sebalik dinding di belakang saya, menjenguk saya. Cuma sekilas. Saya hulurkan kepala menjenguk sebalik dinding. Tidak ada apa-apa atau sesiapa yang kelihatan. Apabila saya bangun lalu menjenguk keluar, saya melihat seekor kucing besar berdiri di bawah pokok kelapa di tepi rumah. 'Besarnya kucing,' hati saya berbisik. Saya memandang ke sekeliling. Apabila saya pandang semula kucing besar itu, saya mendapati 'kucing besar' tadi sudah tidak ada. Hanya ada seekor kucing biasa di situ. sampai sekarang saya tidak pasti samada itu hantu atau jelmaan atau mainan perasaan saya sahaja.

Itulkah dua peristiwa anih yang pernah saya mengalami. Selepas itu tidak ada lagi kejadian anih seumpama itu yang saya alami. Mujurlah dalam keadaan itu tidak ada pula rasa takut. Cuma sedikit perasaan hairan dan tertanya-tanya. Itu saja.walau apapun...saya tidak suka hantu! Saya berdoa agar tidak bertemu dengannya seumur hidup saya!
.~Sebelum Mata Terpejam~ ©2006 - 2014. Hakcipta :rafikasastras~Sebelum Mata Terpejam~